Batu Kuno yang Terpendam Dapat Meningkatkan Kerusakan Terhadap Badai Matahari di Amerika Timur
Di bawah permukaan timur Amerika Serikat, terbenam sebuah lapisan besar dari kerak purba yang telah bersembunyi dari para ilmuwan selama jutaan tahun. Namun, ternyata, lapisan ini tidak bisa dianggap sepele.
Basement yang hilang ini dikenal dengan nama Piedmont Resistor dan membentang dari Maine sampai Georgia.
Ketebalan batu ini mencapai sekitar 200 kilometer dan terbentuk selama proses pecahnya superkontinen Pangaea pada periode Jurassic sekitar 200 juta tahun yang lalu.
Mendengarkan Bisikan Listrik Bumi
Dana dari National Science Foundation telah digunakan untuk membiayai Magnetotelluric Array, sebuah jaringan yang terdiri dari 1.800 stasiun sementara di seluruh Amerika Serikat untuk mempelajari basement kuno ini.
Stasiun-stasiun ini mengukur seberapa baik batuan di kedalaman itu dapat menghantarkan listrik dengan cara mendeteksi arus yang ditimbulkan oleh pergeseran medan magnet di atmosfer bagian atas.
Paul Bedrosian, seorang geofisikawan di US Geological Survey, menjelaskan bahwa peta akhir dari array ini mengungkap struktur-struktur tersembunyi yang tidak bisa dideteksi oleh studi seismik.
Piedmont Resistor mendapatkan namanya karena ia memblokir dan mengalihkan arus listrik, berbeda dengan batuan di sekitarnya yang biasanya membiarkan arus tersebut mengalir.
Batuan igneus dalam basement yang terpendam ini, yang saat ini tertutup oleh lumpur dari pegunungan yang tererosi, kemungkinan berkaitan dengan letusan gunung berapi saat Pangaea terpecah menjadi Laurasia dan Gondwanaland.
Risiko yang Dihadapi Jaringan Listrik dan Pusat Data
Ketika badai matahari menggangu magnetosfer Bumi, arus listrik yang sangat kuat dapat terinduksi di dalam kerak planet ini.
Banyak batu yang membiarkan arus tersebut menyebar dan mereda di area yang luas tanpa menimbulkan kerusakan.
Tetapi Piedmont Resistor tidak berperilaku seperti batuan lainnya; ia memaksa arus-arus itu bergerak ke atas dan terfokus di lapisan batuan yang lebih dangkal, mendekati infrastruktur manusia.
Anna Kelbert, seorang geofisikawan di Center for Astrophysics, menyatakan bahwa geologi ini dapat meningkatkan risiko badai matahari hingga 1.000 kali lipat di daerah dengan basement seperti ini.
Fokus arus listrik ini membuat transformator dan peralatan jaringan lainnya berada dalam risiko kegagalan yang sangat tinggi.
Sebuah badai matahari yang parah bisa mematikan aliran listrik di sebagian besar wilayah timur Amerika Serikat selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu.
Pusat data modern sangat bergantung pada kestabilan listrik untuk menjaga server mereka tetap berjalan sepanjang waktu.
Kerusakan pada transformator juga bisa mengganggu generator cadangan, karena rantai pasokan bahan bakar juga bergantung pada jaringan listrik yang rentan.
Peta bahaya federal telah diperbarui untuk mencerminkan risiko geologis ini, tetapi sebagian besar perusahaan utilitas belum menggunakan data baru tersebut.
Kelbert mengingatkan bahwa perusahaan utilitas tertinggal, dan tidak ada badan pemerintah yang saat ini memaksa mereka untuk memperbarui rencana infrastruktur mereka.
Seperti sinar matahari, Piedmont Resistor tidak akan pergi kemana-mana, dan satu-satunya pertanyaan adalah apakah perusahaan energi akan bersiap sebelum badai matahari besar berikutnya datang.

