Vine Kembali dengan Nama Baru: Divine
Setelah hampir 10 tahun menghilang, Vine, platform media sosial yang mendefinisikan dekade 2010-an, kembali dengan semangat baru. Nah, kali ini dengan nama Divine!
Divine adalah hasil dari pembiayaan Jack Dorsey, salah satu pendiri Twitter, yang sebelumnya membeli Vine pada tahun 2013 dan kemudian menutupnya pada 2017. Menariknya, Dorsey lebih dulu menghidupkan kembali Vine dibandingkan Elon Musk, yang sebelumnya mengisyaratkan rencana untuk mengembalikan akses pengguna ke platform yang sempat merajai dunia media sosial.
Walau saat ini Divine hanya tersedia melalui undangan, rencana untuk peluncuran yang lebih luas sudah dipersiapkan dalam beberapa bulan ke depan. Pihak Divine juga menjelaskan bahwa meskipun terinspirasi dari Vine asli, platform ini beroperasi secara mandiri dan tidak memiliki afiliasi dengan Twitter/X.
Sekarang, banyak yang penasaran bagaimana Divine akan bersaing dengan raksasa media sosial saat ini seperti TikTok dan Instagram. Banyak hal yang berubah sejak Vine ditutup; algoritma media sosial kini lebih pintar dan kebiasaan pengguna juga mengalami pergeseran.
Divine memiliki dua target utama. Pertama, nostalgia. Ini bisa jadi daya tarik yang kuat bagi pengguna lama. Divine akan menawarkan arsip lebih dari 500.000 video dari masa kejayaan Vine, jadi semua orang bisa kembali menikmati video-video ikonik yang mungkin masih sering mereka sebutkan di antara teman-teman.
Cara Divine memperlakukan konten juga menarik. Mereka menawarkan empat opsi untuk penyampaian konten: Home feed, Discovery, Trending, dan Hashtag feed. Ini adalah pendekatan alternatif dalam memberikan kendali kepada pengguna atas apa yang mereka lihat. “Kami percaya bahwa monopoli algoritma yang berorientasi iklan telah menyebabkan banyak masalah di media sosial lainnya,” ungkap Divine dalam laman FAQ mereka.
Bagian kedua dari tujuan Divine adalah menentang konten yang dihasilkan oleh AI. Mereka meluncurkan ProofMode, alat deteksi yang menganalisis metadata untuk mendeteksi keberadaan AI yang digunakan dalam pembuatan audio, gambar, dan video. Selain itu, Divine juga menyediakan sistem pelaporan pengguna dan metode deteksi berbasis machine learning serta teknik kehadiran manusia dalam siklus (HITL).
Walaupun saat ini pengguna harus menunggu peluncuran secara luas, tidak bisa dipungkiri bahwa kembalinya Vine akan membuat generasi penggemar internet merasa antusias. Ini adalah penghidupan kembali aplikasi yang meskipun hanya berumur pendek, memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan video pendek. Pastinya, banyak yang tak sabar untuk mencoba Divine saat peluncurannya tiba.

