Pabrikan smartphone asal Tiongkok, Honor, baru-baru ini mengungkapkan lelucon tentang Trump Mobile T1 Phone lewat sebuah pos di media sosial. Honor menyindir produk Trump Mobile tersebut sebagai “buatan Tiongkok” dalam keterangan yang cukup cerdik.
Post ini muncul di akun resmi Honor UK di X, dan menyidir iklan terbaru untuk perangkat Trump Mobile. Video iklan tersebut, yang tampaknya setidaknya sebagian besar dihasilkan oleh AI, menampilkan ponsel emas mencolok dan disertai keterangan bahwa perangkat tersebut akan mulai dikirimkan minggu ini.
“Jika Anda sedang mencari ponsel emas buatan Tiongkok, mungkin kami bisa menyarankan sesuatu yang lebih… premium?” tulis Honor merespons pos dari Trump Mobile, dilengkapi dengan emoji mengedip yang nakal dan gambar Honor Magic 8 Pro dalam warna Sunrise Gold.
Awalnya, Trump Mobile mengklaim bahwa T1 Phone akan diproduksi di AS, meski sebutan tersebut sudah dihapus dari branding resmi setelah perangkat tersebut diperkenalkan pada tahun 2025. Saat ini, situs web Trump Mobile menggambarkan ponsel itu sebagai “dibentuk oleh inovasi Amerika” dengan “tim Amerika yang membantu mengarahkan desain dan kualitas,” meski tidak menyebutkan dengan jelas di mana ponsel ini diproduksi.
Dalam pernyataan terbaru kepada Reuters, CEO Trump Mobile, Pat O’Brien, menyebutkan bahwa produk tersebut “dirakit di AS,” yang bisa dibilang merupakan klaim yang lebih realistis meski tidak seambisius sebelumnya.
Trump Mobile mengonfirmasi bahwa T1 Phone memiliki layar AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate 120Hz, lensa utama 50MP, lensa ultra lebar 8MP, lensa telefoto 2x 50MP, serta baterai 5.000mAh.
Namun, ponsel ini masih menggunakan Qualcomm Snapdragon 7 SoC yang sudah cukup ketinggalan zaman dan berjalan di Android 15. Spesifikasi seperti ini memicu spekulasi bahwa T1 Phone sebenarnya hanyalah ponsel Wingtech Revvl 7 Pro 5G yang dilabel ulang, yang memiliki spesifikasi mirip. Wingtech Revvl 7 Pro 5G pertama kali diluncurkan pada tahun 2024 dan diproduksi di Tiongkok. Ponsel ini sudah tersedia di AS melalui T-Mobile.
Honor jelas memanfaatkan momen ini untuk mengeksplorasi potensi pasar ponsel premium, sambil menyindir pesaingnya dengan cara yang cukup humoris. Kompetisi di pasar smartphone semakin ketat, dan bagaimana perusahaan-perusahaan ini mengelola citra dan branding mereka di tengah kesibukan pasar akan menjadi sangat menarik untuk diikuti ke depannya.

