Upaya terbaru Bitcoin untuk merebut kembali level $80.000 mengalami kendala setelah ada lonjakan tekanan jual mendadak di pasar derivatif, yang membuat harga turun tajam dalam waktu singkat. Cryptocurrency ini turun sekitar 2,5%, kembali di bawah $78.000 dan menguatkan resistensi psikologis di bawah angka $80K.
Pasar derivatif memicu pembalikan tajam
Menurut analis CryptoQuant, Darkfost, penurunan ini tidak terkait dengan peristiwa berita besar, melainkan disebabkan oleh aktivitas penjualan agresif di pasar futures. Saat Bitcoin mendekati angka $80.000, para trader tampaknya membuka posisi short besar-besaran, yang kemudian memicu pembalikan harga yang cepat.
❌ Saat BTC kembali mendekati level $80.000 pagi ini, tiba-tiba mengalami koreksi tajam.
Dalam beberapa jam saja, BTC turun sekitar 2,5%, mengembalikan harga ke bawah $78.000.
Tidak ada pengumuman khusus yang menjelaskan pergerakan mendadak ini, tetapi penjual… pic.twitter.com/7KuapELM7q
— Darkfost (@Darkfost_Coc) April 27, 2026
Data menunjukkan bahwa Binance saja mencatat sekitar $1,2 miliar dalam volume jual hanya dalam satu jam. Di pasar yang lebih luas, total tekanan jual mencapai sekitar $1,35 miliar selama periode yang sama. Aktivitas ini menyoroti dominasi Binance dalam perdagangan derivatif Bitcoin dan pengaruhnya terhadap pergerakan harga jangka pendek.
Menambah nada bearish, tingkat pendanaan tetap berada pada level negatif yang dalam. Tingkat pendanaan kumulatif selama 30 hari telah turun menjadi sekitar -7%, salah satu level terendah yang tercatat dalam sejarah baru-baru ini. Meski ini menunjukkan posisi short yang kuat, bisa juga menimbulkan kemungkinan short squeeze jika harga bergerak naik secara tak terduga.
Sinyal on-chain menunjukkan tangan yang lebih kuat menguasai
Meski ada volatilitas jangka pendek, data on-chain menunjukkan struktur pasar yang lebih tahan lama. Analis CryptoQuant lainnya, GugaOnChain, mencatat bahwa pemegang Bitcoin besar tidak melakukan penjualan besar-besaran selama ketegangan geopolitik baru-baru ini.
Sebaliknya, pasar tampaknya telah melalui proses de-risking awal setelah puncak tahun 2025, di mana investor yang lebih lemah keluar dari posisi mereka sementara pemegang jangka panjang mengakumulasi pada level harga yang lebih rendah. Perubahan ini tercermin pada harga Bitcoin yang direalisasikan, yang tetap stabil di sekitar $54.100 meski harga spot rebound menuju $79.000.
Data dari bursa lebih lanjut mendukung pandangan ini, menunjukkan bahwa cadangan Bitcoin Binance turun sekitar 44.000 BTC setelah kejutan baru-baru ini. Pemindahan ini menunjukkan bahwa para investor sedang mentransfer aset dari bursa ke penyimpanan jangka panjang, tren yang seringkali dikaitkan dengan tekanan jual yang berkurang.

