Senator Cynthia Lummis menyampaikan peringatan bahwa jika CLARITY Act tidak disahkan pada Kongres kali ini, masa depan keuangan digital bisa berpindah ke negara-negara yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikannya pada Jumat lalu saat para legislator masih mendiskusikan bagaimana seharusnya regulasi crypto di AS.
Jika kita tidak meloloskan Clarity Act di Kongres ini, kita menyerahkan masa depan keuangan digital kepada yurisdiksi yang tidak memiliki nilai yang sama.
— Senator Cynthia Lummis (@SenLummis) 5 Juni 2026
Pernyataan ini merupakan bagian dari upaya lebih luas yang dipimpin oleh sekelompok senator Republik yang baru-baru ini meminta regulator keuangan AS untuk memberikan aturan modal yang lebih jelas bagi bank yang berurusan dengan aset crypto.
Usulan para legislator kepada regulator AS mengenai aturan crypto
Lummis memimpin sekelompok senator yang mengirimkan surat pada 27 Mei kepada pejabat senior di Federal Reserve, FDIC, dan Office of the Comptroller of the Currency. Mereka mendesak regulator untuk lebih memperjelas bagaimana bank harus memperlakukan aset digital di neraca mereka.
Walaupun para senator mengapresiasi panduan awal tentang sekuritas tokenisasi, mereka merasa bahwa persyaratan modal yang ada saat ini masih menyulitkan bank untuk memegang crypto. Mereka berpendapat bahwa aturan ini pada dasarnya berfungsi sebagai penghalang bagi partisipasi di pasar aset digital.
CLARITY Act diharapkan dapat mengatasi masalah ini dengan menetapkan kerangka kerja yang lebih jelas mengenai bagaimana lembaga-lembaga federal mengatur aktivitas crypto, termasuk penggunaan di sektor perbankan seperti pembayaran, penyimpanan, pinjaman, dan perdagangan.
Mengapa regulasi crypto menjadi prioritas politik di AS?
Para legislator bekerja di bawah tekanan untuk segera memajukan rancangan undang-undang sebelum siklus pemilihan umum mendatang, setelah itu akan perlu diperkenalkan kembali jika gagal diloloskan.
Perdebatan mengenai regulasi crypto juga berlangsung bersamaan dengan upaya serupa di wilayah lain. Uni Eropa sudah memperkenalkan kerangka MiCA, sementara negara-negara di Asia dan Timur Tengah sedang membangun sistem lisensi mereka sendiri untuk aset digital.
Di AS, para pembuat kebijakan semakin fokus untuk menyeimbangkan inovasi dengan stabilitas keuangan, sambil memastikan bahwa bank tidak merasa tertekan untuk berpartisipasi di pasar crypto akibat aturan modal yang ketat. Lummis mendorong para legislator untuk mendukung CLARITY Act, menegaskan langkah ini penting agar Amerika Serikat tetap menjadi yang terdepan di dunia keuangan saat aset digital mengubah pasar.

