Bitwise Research baru-baru ini merilis analisis menarik tentang dampak durasi kepemilikan terhadap imbal hasil investasi Bitcoin (BTC). Temuan ini menunjukkan perbedaan mencolok antara risiko jangka pendek dan kinerja jangka panjang. Data ini menunjukkan bahwa walaupun kepemilikan jangka pendek mengandung risiko besar, investasi dalam waktu lama secara signifikan mengurangi risiko kerugian. Ini menjadi sorotan besar di komunitas crypto, terutama saat investor mulai meninjau ulang strategi mereka di tengah pasar bearish yang sedang berlangsung.
Kenapa Menyimpan Bitcoin Dalam Jangka Panjang Memiliki Risiko Lebih Rendah
Penelitian terbaru dari Bitwise yang dibagikan oleh analis crypto, Bitcoin Archive, menunjukkan bahwa probabilitas kerugian dari Bitcoin menurun seiring dengan bertambahnya waktu kepemilikan. Dengan melihat performa historis selama lebih dari satu dekade, grafik yang merupakan sumber dari Glassnode menggambarkan bahwa risiko kehilangan uang meningkat ketika seseorang melakukan transaksi dalam jangka waktu pendek.
Angka-angka pada grafik itu mengilustrasikan betapa fluktuatifnya harga Bitcoin dalam jangka pendek. Misalnya, jika seseorang membeli dan menjual dalam satu hari, kemungkinan besar mereka akan merugi. Bahkan jika investasi dilakukan selama sebulan, hasilnya pun tidak jauh lebih baik, yang menunjukkan bahwa pergerakan harga jangka pendek sangat tidak terduga dan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti spekulasi dan perubahan sentimen yang cepat.
Melihat angka pada grafik, periode kepemilikan satu hari memiliki peluang kerugian sebesar 47,1%, sementara satu minggu menunjukkan risiko yang hampir sama, yaitu 44,7%. Bahkan untuk interval bulanan, probabilitas kerugian tetap tinggi, yang mencerminkan risiko yang dihadapi oleh trader aktif. Bitwise menunjukkan bahwa menyimpan BTC hanya selama satu bulan mengurangi sedikit peluang kerugian menjadi 43,2%, menegaskan bahwa volatilitas tetap kuat dalam jangka waktu pendek.
Namun, seiring bertambahnya waktu kepemilikan, risiko mulai menurun dengan signifikan. Ketika seorang investor menyimpan Bitcoin selama beberapa bulan atau hingga satu tahun, probabilitas kerugian menurun, meskipun tetap signifikan. Grafik menunjukkan bahwa pada level kuartalan, peluang kerugian turun menjadi 37,6%. Setelah satu tahun, kemungkinan kerugian ini semakin menurun menjadi 24,3%, yang benar-benar menunjukkan perbedaan ketika dibandingkan dengan kepemilikan selama hanya satu hari.
Probabilitas Kerugian Bitcoin Selama Kepemilikan Multi-Tahun
Kisah sukses dan pengembalian yang luar biasa di pasar crypto biasanya datang dari investor besar atau “whales” yang telah menyimpan BTC selama 5 hingga lebih dari 10 tahun. Margin keuntungan dari para investor ini jauh lebih besar dibandingkan trader jangka pendek yang bergerak berdasarkan kondisi pasar dan hype yang cepat.
Data dari penelitian Bitwise mengonfirmasi tren ini, yang menunjukkan bahwa pengurangan yang berarti dalam probabilitas kerugian hanya terjadi selama periode kepemilikan jangka panjang. Investor yang menyimpan BTC selama lebih dari tiga tahun melihat peluang kerugian mereka jatuh tajam menjadi 0,7%, sementara kepemilikan lebih dari lima tahun mengurangi risiko ini lebih jauh menjadi hanya 0,2%. Sepanjang sepuluh tahun yang dicakup oleh data, tidak ada catatan investor yang menjual dengan rugi, menandakan bahwa semua periode kepemilikan dalam rentang waktu tersebut menghasilkan keuntungan.
Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun Bitcoin sangat tidak terduga dalam jangka pendek, kinerja jangka panjangnya secara konsisten mendukung para investor yang sabar. Hal ini menggambarkan betapa krusialnya pengambilan keputusan yang berbasis pada perspektif panjang dalam dunia investasi cryptocurrency.

