Dalam dinamika politik AS, nama Marco Rubio semakin menjulang sebagai kandidat potensial untuk nominasi GOP di tahun 2028. Menurut trader di platform prediksi, peluang Rubio semakin kuat seiring dengan berkurangnya dukungan untuk Wakil Presiden JD Vance.
Saat ini, peluang Vance di Kalshi merosot menjadi hanya 33% pada hari Senin, setelah sebelumnya mencapai sekitar 50% di awal tahun. Di sisi lain, Rubio berhasil meningkatkan peluangnya dari hanya 12% menjadi 30% dalam sekejap waktu.
JD Vance sendiri dipandang sebagai penerus gerakan “Make America Great Again” milik Donald Trump, mengingat perannya yang mencolok di pemerintahan sebagai orang kedua setelah Trump. Namun, baru-baru ini, Trump terlihat meragukan posisi Vance sebagai penerusnya. Laporan terbaru dari The New York Times mengungkapkan bahwa Trump sering menyebutkan penentangan awal Vance terhadap perang di Iran saat memikirkan tentang pencalonannya.
Peluang Rubio untuk mendapat nominasi GOP meningkat sepanjang tahun, terutama setelah dimulainya operasi militer besar, termasuk penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Januari dan dimulainya perang dengan Iran pada akhir Februari. Semua ini membuat publik semakin bertanya tentang langkah-langkah Rubio ke depan.
Rubio juga menarik perhatian setelah memberikan pidato singkat yang tidak terencana di ruang pers Gedung Putih mengenai harapannya untuk Amerika pada bulan Mei. Pidato ini kemudian menjadi viral di media sosial dan semakin memunculkan spekulasi terkait rencananya untuk tahun 2028.
Walau begitu, terlibatnya Rubio dalam konflik militer justru menambah tantangan bagi partai Republik dalam merebut kursi kepresidenan. Tingkat persetujuan Trump jatuh sejak awal tahun, yang berdampak pada peluang GOP untuk menang di pemilihan mendatang. Saat ini, kemungkinan GOP menang di pemilihan presiden 2028 tercatat menurun dari 45% menjadi 39% setelah dimulainya perang dengan Iran.
Di platform Polymarket, trader memberikan Vance peluang 31% untuk menjadi calon presiden Republik, sementara Rubio tidak jauh di belakang dengan peluang hampir 27%. Perkembangan ini menunjukkan betapa dinamisnya peta politik menjelang pemilihan mendatang.
Pembaca perlu memperhatikan bahwa dalam setiap langkah, dinamika politik bisa berubah dengan cepat, dan trader serta analis industri pasti akan mengamati setiap indikasi untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang masa depan politik AS.

