Stephen Miran, Gubernur Federal Reserve AS, resmi mengundurkan diri pada hari Kamis lalu. Dalam surat pengunduran dirinya, Miran menyatakan bahwa ia akan mengosongkan kursinya di dewan bank sentral tersebut ketika atau tepat sebelum Kevin Warsh, Ketua yang baru, mulai menjabat.
Miran bergabung dengan FOMC (Federal Open Market Committee) pada September lalu dengan mengisi masa jabatan yang belum selesai. Selama di sana, ia dikenal sebagai suara yang kontroversial terkait penetapan suku bunga. Ia memilih “tidak” dalam setiap enam pertemuan yang diikutinya sejak menggantikan Adriana Kugler, yang secara tiba-tiba mengundurkan diri pada Agustus 2025.
Dalam suratnya, Miran mengungkapkan bahwa masa jabatannya yang singkat adalah “penghargaan tertinggi dalam hidupnya” dan menunjukkan keyakinannya pada Warsh, yang baru saja mendapatkan konfirmasi dari Senat untuk posisi puncak pada hari Rabu. Sebelumnya, Miran menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat Ekonomi.
“Ke depan, saya sangat antusias mengenai perubahan yang mungkin dilakukan Ketua yang baru ditunjuk, Kevin Warsh, dan Federal Reserve, dalam hal kebijakan komunikasi, kebijakan neraca, serta menjaga Federal Reserve agar tetap fokus pada mandat yang sempit, serta terhindar dari isu-isu politik dan budaya yang sensitif,” tulisnya.
Miran telah menyuarakan dukungan untuk suku bunga yang lebih rendah, dengan memilih melawan tiga kali penurunan suku bunga sebesar tiga per empat poin yang disetujui oleh FOMC pada tahun 2025. Tahun ini, ia juga menolak keputusan untuk mempertahankan suku bunga stabil dan lebih memilih pemotongan suku bunga sebesar seperempat poin.
Selain itu, ia mendesak agar ada pendekatan yang lebih inovatif dalam kebijakan moneter dan meyakini bahwa Fed “perlu melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam mempertimbangkan kekuatan non-moneter serta implikasinya terhadap kebijakan moneter.”
Miran juga menyatakan dukungannya terhadap serangkaian langkah yang diambil Fed untuk mengurangi hambatan regulasi bagi bank-bank, dan memimpin riset yang menunjukkan bagaimana bank sentral seharusnya mengurangi ukuran neraca dan portofolio asetnya yang mencapai $6,7 triliun.
Dengan perubahan kepemimpinan yang akan datang ini, banyak kalangan berharap bahwa kebijakan yang diambil dapat lebih responsif terhadap kondisi ekonomi dan memberikan dampak positif bagi pasar serta masyarakat secara luas. Banyak investor kini menantikan langkah-langkah strategis yang akan diambil Warsh untuk menghadapi tantangan yang ada di depan.
Ketidakpastian dan dinamika pasar saat ini menuntut kejelasan informasi dan kebijakan yang tepat. Harapan ini menjadi penting mengingat pengaruh Fed terhadap perekonomian global dan lokal. Dengan pengunduran diri Miran dan kedatangan Warsh, semua mata kini tertuju pada langkah selanjutnya yang akan diambil.

