Finware
  • Beranda
  • Riwayat
  • Disimpan
  • Feed
  • Topik Pilihan
  • News
  • Market
  • Bisnis
  • Kripto
  • Tech
Notification
FinwareFinware
  • News
  • Market
  • Bisnis
  • Kripto
  • Tech
Search
  • Quick Access
    • Beranda
    • Contact Us
    • Riwayat
    • Disimpan
    • Topik Pilihan
    • Feed
  • Categories
    • News
    • Market
    • Bisnis
    • Kripto
    • Tech

Artikel Populer

Jangan lewatkan artikel menarik lainnya
Indonesia Terancam Tertinggal dalam Euforia EV, Sebagian Besar Nikel Dialihkan ke Baja Tahan Karat, Temuan Riset Mengungkap

Indonesia Terancam Tertinggal dalam Euforia EV, Sebagian Besar Nikel Dialihkan ke Baja Tahan Karat, Temuan Riset Mengungkap

Reihan
19 April 2026
Oracle Satukan Data AI untuk Berikan Agensi Perusahaan Satu Versi Kebenaran

Oracle Satukan Data AI untuk Perusahaan Agensi Single Version of Truth

Keenan
26 Maret 2026
Eksploitasi KelpDAO Senilai $300 Juta Diduga Terfokus pada Jalur Layer 2

Eksploitasi KelpDAO Senilai $300 Juta Diduga Terfokus pada Jalur Layer 2

Rangga
20 April 2026
© 2026 Finware Media. All Right Reserved.
Finware > Market > Bapanas dan Satgas Pangan Tingkatkan Pengawasan Distribusi Beras untuk Cegah Penyelewengan
Market

Bapanas dan Satgas Pangan Tingkatkan Pengawasan Distribusi Beras untuk Cegah Penyelewengan

Reihan
Last updated: 8 November 2026 5:20 PM
By
Reihan
4 Min Read
Share
Bapanas dan Satgas Pangan Tingkatkan Pengawasan Distribusi Beras untuk Cegah Penyelewengan
SHARE

Poin Penting

  • Bapanas dan Satgas Pangan Polri memperketat pengawasan distribusi beras SPHP dan RPK untuk mencegah penyimpangan.
  • Kualitas beras SPHP dari panen lokal memicu maraknya pengoplosan menjadi beras premium berharga tinggi.
  • Kepolisian di Jakarta, NTB, dan Pasuruan berhasil membongkar puluhan hingga ratusan ton kasus pengoplosan beras SPHP.

Badan Pangan Nasional bersama Satgas Pangan Kepolisian Negara Republik Indonesia kini tengah memperketat pengawasan distribusi beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan serta Rumah Pangan Kita. Tujuannya adalah untuk mencegah berbagai penyimpangan yang bisa merugikan masyarakat, termasuk pemesanan yang tidak wajar. Tindakan ini diambil setelah mencuatnya kasus di mana kemasan beras SPHP dibongkar, lalu dikemas ulang dan dijual dengan harga yang lebih tinggi di pasar.

“Langkah ini diambil menyusul sejumlah pengungkapan kasus beras SPHP yang dibongkar dari kemasannya, dikemas ulang, lalu dijual dengan harga lebih tinggi,” kata Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Hermawan, saat dihubungi di Jakarta, Minggu (8/11/2026).

Berdasarkan data dari Bapanas, penyaluran beras SPHP melalui RPK mencatatkan porsi terbesar. Pada realisasi penugasan pertama yang dilakukan periode Maret hingga September, mencapai 828 ribu ton, dengan penyaluran melalui RPK menyumbang 193,8 ribu ton atau sekitar 23,42 persen. Sementara itu, pada penugasan tambahan sejak bulan Oktober, RPK menjadi saluran utama dengan total penyaluran mencapai 46,2 ribu ton, atau 29,78 persen dari total 155,3 ribu ton hingga 5 November.

Hermawan juga menyoroti tingginya harga beras di beberapa daerah, meski penyaluran pada penugasan pertama sudah terealisasi 100 persen. Ia mencurigai adanya potensi penyimpangan melalui RPK, terutama jika jumlah pemesanan melampaui estimasi normal. Bapanas pun telah mengirim surat kepada Satgas Pangan Polri di seluruh Indonesia agar menyelidiki RPK mitra Perum Bulog. Hal ini penting untuk memastikan beras subsidi benar-benar sampai kepada masyarakat dan tidak dioplos menjadi beras premium atau komersial.

Read more  Mengapa Kabut Asap Begitu Parah di Asia Tenggara Tahun Ini?

Kualitas beras SPHP yang kini tergolong baik diduga menjadi salah satu penyebab maraknya praktik pengoplosan. Pasokan beras Bulog tahun ini sepenuhnya diperoleh dari hasil panen lokal tanpa melibatkan beras impor yang kemungkinan sudah tersimpan dalam waktu lama. Situasi ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan secara ilegal dari komoditas yang seharusnya bersubsidi.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa penyalahgunaan program subsidi pemerintah adalah tindakan yang sangat tidak etis dan merugikan masyarakat, terutama bagi 115 juta petani di Indonesia.

“Ini kejam. Beras SPHP adalah kemasan khusus untuk rakyat Indonesia dan disubsidi pemerintah. Ini merupakan pengkhianatan terhadap 115 juta petani serta merugikan konsumen. Jika ada hukuman terberat, pelaku patut dijatuhi hukuman itu,” tegas Amran.

Penindakan yang tegas ini juga sesuai dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto, yang tidak mentolerir praktik penyelewengan pangan. Setiap kilogram beras SPHP mengandung subsidi sebesar Rp5.510 dari negara, yang disalurkan melalui Bulog untuk menjaga harga jual di bawah Harga Eceran Tertinggi.

Pengawasan diperketat setelah terungkapnya serangkaian kasus penyelewengan di berbagai daerah dalam waktu yang berdekatan. Misalnya, Polres Metro Jakarta Timur berhasil menemukan 600 ton beras SPHP yang telah dikemas ulang dan dijual seharga Rp17.000 per kilogram di dua lokasi pada 28 Oktober, dengan total potensi kerugian negara mencapai Rp3,3 miliar.

Pada 29 Oktober, Polda Nusa Tenggara Barat juga membongkar kasus pengoplosan 2 ton beras SPHP yang sudah dijual seharga Rp13.000 per kilogram sejak Juni, serta mengungkap kasus 1,5 ton beras SPHP yang dijual ke Bali seharga Rp312.500 per karung 25 kilogram sejak bulan Agustus. Selain itu, Polres Pasuruan Jawa Timur menangkap pelaku yang mengoplos 20 ton beras SPHP dari gudang Bulog Kebonagung pada 30 Oktober. Beras tersebut kemasannya diubah menjadi karung hijau 50 kilogram dan dijual dengan harga antara Rp14.000 hingga Rp15.000 per kilogram.

Read more  Hanoi Tunda Larangan Sepeda Motor Bensin Akibat Kendala Infrastruktur
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Threads Copy Link
Avatar photo
ByReihan
Ikuti ulasan Reihan Satria untuk analisis pasar modal, pergerakan IHSG, dan sentimen bursa saham. Insight investasi dari meja redaksi Market Finware.
Previous Article Komoditas Alpukat Dorong Kesejahteraan Petani di Kecamatan Sumberejo Bersama Klasterku Hidupku Komoditas Alpukat Dorong Kesejahteraan Petani di Kecamatan Sumberejo Bersama Klasterku Hidupku
- Advertisement -
Ad image

Don't Miss

Windows 11 Siap Rombak Kualitas Driver: Lebih Sedikit Bug, Crash, dan Tambahan Performa Gratis!
Windows 11 Siap Rombak Kualitas Driver: Lebih Sedikit Bug, Crash, dan Tambahan Performa Gratis!
Tech
Microsoft Berperan Penting Menutup "App Store" Ilegal untuk Kriminal, Terhubung dengan Lebih dari Satu Miliar Pesan Berbahaya
Microsoft Berperan Penting Menutup “App Store” Ilegal untuk Kriminal, Terhubung dengan Lebih dari Satu Miliar Pesan Berbahaya
Tech
Google Tuai Kritik Privasi Setelah Menghubungkan Nomor Telepon ke Akun Sekunder di Android—Ini Cara Mematikannya!
Google Tuai Kritik Privasi Setelah Menghubungkan Nomor Telepon ke Akun Sekunder di Android—Ini Cara Mematikannya!
Tech
- Advertisement -
Ad image

Baca Juga

Jelajahi insight lain yang sejalan dengan artikel ini!
Mengapa Saham FactSet Research Melonjak Drastis Hari Ini?
Market

Mengapa Saham FactSet Research Melonjak Drastis Hari Ini?

Reihan
19 Mei 2026
Pemerintah Indonesia Turunkan Batas Komisi Maksimal Perusahaan Ride-Hailing Jadi 8% untuk Driver
Market

Batasan Tarif di Indonesia Ancam Keuntungan Ride-Hailing, Bayangi Masa Depan Grab dan GoTo

Reihan
4 Mei 2026
Deregulasi dan Pengendalian Harga Minyak Filipina: Apa Dampaknya bagi Pasar?
Market

Deregulasi dan Pengendalian Harga Minyak Filipina: Apa Dampaknya bagi Pasar?

Reihan
17 April 2026
Potensi Pendapatan Iran Dari Pungutan Tol Seperlima Pasokan Minyak Laut Dunia
Market

Potensi Pendapatan Iran Dari Pungutan Tol Seperlima Pasokan Minyak Laut Dunia

Reihan
10 April 2026
Indonesia Siap Luncurkan Ekspor Energi Bersih US$30 Miliar ke Singapura di Akhir Tahun ini
Market

Indonesia Siap Luncurkan Ekspor Energi Bersih US$30 Miliar ke Singapura di Akhir Tahun ini

Reihan
12 Mei 2026
BI Luncurkan Instrumen Cerdas untuk Optimalkan DHE SDA bagi Eksportir
Market

BI Luncurkan Instrumen Cerdas untuk Optimalkan DHE SDA bagi Eksportir

Reihan
7 November 2026
Kesepakatan Perdagangan Bebas Mungkin Tak Lagi Menarik, Namun APEC Bisa Perkuat Kesepakatan yang Ada: Jeffrey Siow
Market

Kesepakatan Perdagangan Bebas Mungkin Tak Lagi Menarik, Namun APEC Bisa Perkuat Kesepakatan yang Ada: Jeffrey Siow

Reihan
20 Oktober 2026
Distributor Bahan Bakar Singapura Investasi US$10 Juta untuk Terminal Minyak di Timor-Leste
Market

Distributor Bahan Bakar Singapura Investasi US$10 Juta untuk Terminal Minyak di Timor-Leste

Reihan
15 Juli 2026
Show More
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Finware

Baca berita keuangan global real-time, insight market APAC, tren bisnis, dan crypto paling komprehensif. Curi start sebelum market bergerak.

  • Kanal:
  • Market
  • Bisnis
  • Tech
  • Kripto

Personal

  • Riwayat
  • Disimpan
  • Feed
  • Topik Pilihan

Tentang Kami

  • Beranda
  • Hubungi Kami

© 2026 Finware Media. All Right Reserved.

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?