JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 3 November 2026, diprediksi akan melanjutkan konsolidasi dengan rentang pergerakan antara 5.026 hingga 5.116. Tiga saham yang direkomendasikan untuk dibeli adalah INET, INDY, dan PGAS.
Dalam laporan riset pagi ini, BRI Danareksa Sekuritas mengungkapkan bahwa gerak IHSG akan sangat dipengaruhi oleh perhatian pelaku pasar terhadap kebijakan BEI yang mengecualikan 81 saham dari kategori High Shareholding Concentration (HSC), yang berdampak sekitar 18% terhadap indeks. Dari sisi makro, inflasi di bulan Oktober tercatat melandai menjadi 3,23% Year-on-Year, sedangkan neraca perdagangan di bulan September masih menunjukkan surplus sebesar US$3,36 miliar, meskipun turun dari US$3,55 miliar pada Agustus.
Pergeseran indeks juga akan berkaitan dengan perhatian investor terhadap pemilu sela di AS serta rilis data JOLTS malam ini. Tak ketinggalan, data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia untuk kuartal ketiga yang akan dirilis pada 5 November diharapkan menunjukkan pertumbuhan sekitar 5,0% Year-on-Year. Pada 6 November, data tenaga kerja AS (NFP) juga dijadwalkan keluar. Secara teknikal, IHSG berpotensi melanjutkan konsolidasi dengan menguji level resistance di angka 5.116 hingga 5.170. Candle terakhir menunjukkan pembentukan bullish candle dengan ekor bawah yang panjang, setelah sempat turun di bawah 5.000, yang menandakan adanya respons beli di area tersebut. Indeks Relative Strength Index (RSI) saat ini berada di 29,67, yang menunjukkan kondisi oversold, sementara IHSG masih jauh di bawah MA200 (6.846), sehingga tren utama masih cenderung bearish.
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi oleh aktivitas perdagangan di pasar saham Amerika Serikat (AS). Pada penutupan kemarin, Dow Jones mencatat kenaikan sebesar 0,41%. Namun, S&P 500 dan Nasdaq justru mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,51% dan 1,07%. Di sisi lain, harga minyak mengalami penurunan tajam, sementara harga emas justru melonjak naik.
Dengan situasi yang dinamis ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan untuk membeli saham INET dengan target harga di kisaran Rp 178 hingga Rp 199, saham INDY dengan target harga Rp 2.030 hingga Rp 2.205, dan PGAS dengan target harga Rp 1.395 hingga Rp 1.470.
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 39,78 poin atau setara dengan 0,79%, membawa indeks ke level 5.096,83. Namun, di balik penguatan ini, modal asing masih tercatat melakukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 112,48 miliar, dengan kontribusi terbesar berasal dari saham BMRI yang mencapai Rp 157,88 miliar, diikuti oleh BBCA dengan Rp 116,14 miliar, dan AADI yang mencatat Rp 109,54 miliar.
Kenaikan indeks kemarin didorong oleh penguatan mayoritas sektor, seperti sektor material dasar yang naik sebesar 2,12%, sektor energi naik 1,53%, sektor industri naik 0,76%, sektor konsumer primer naik 0,30%, sektor konsumer non-primer naik 0,04%, sektor infrastruktur menguat 1,40%, dan sektor keuangan yang naik 0,39%. Namun, tidak semua sektor mengalami performa positif; sektor kesehatan turun 0,64%, sektor properti turun 0,22%, sektor teknologi melemah 0,16%, dan sektor transportasi turun 0,12%.
Peningkatan ini mengikuti lonjakan harga sejumlah saham yang menarik perhatian banyak investor, antara lain saham DFAM yang naik hingga 33,93% menjadi Rp 75, MKNT yang melonjak 27,27% menjadi Rp 14, ROCK yang naik 24,73% menjadi Rp 2.270, AKPI yang terbang 24,51% menjadi Rp 635, dan BLTA yang menguat 17,86% menjadi Rp 33.

