Tensi antara AS dan Iran sepertinya akan mempengaruhi pertemuan diplomatik di Asia Tenggara minggu ini. Hal ini menambah ketidakpastian di kawasan yang sudah menghadapi masalah maritim dengan China dan upaya yang terhambat untuk mengakhiri perang sipil di Myanmar.
Menteri luar negeri dari 11 negara anggota ASEAN dan mitra utama mereka akan berkumpul di Manila dalam suasana yang diliputi ketidakstabilan global. Ini terjadi setelah AS dan Iran kembali terlibat dalam konflik terbuka, yang memicu kekhawatiran mengenai aliran pasokan energi melalui Selat Hormuz dan dampaknya terhadap inflasi serta pertumbuhan global.
Krisis di Timur Tengah diperkirakan akan menjadi topik utama dalam diskusi. Menurut Dominic Xavier Imperial, juru bicara Filipina yang menjadi tuan rumah, mereka akan memiliki kesempatan untuk membahas isu ini secara mendalam.
“Kami melihat beberapa kesempatan di mana mereka dapat mengangkat topik yang sangat krusial ini,†ujarnya.
Namun, para diplomat ternama di Asia Tenggara yang berkumpul di Manila juga tidak kekurangan tantangan di dekat rumah. Konflik di Myanmar dan ketegangan di Laut China Selatan, di mana ASEAN dan China masih berusaha menyusun kode etik perlakuan, akan menjadi pokok bahasan utama di antara menteri luar negeri ASEAN.
Peluang Pertemuan AS-China
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, dijadwalkan akan bergabung dalam beberapa hari ke depan dan kemungkinan akan bertemu secara tidak resmi. Pertemuan ini bisa menjadi momen penting dalam membicarakan ketegangan antara kedua negara.
Pertemuan yang dipimpin ASEAN ini juga akan dihadiri oleh India, Jepang, Australia, Korea Selatan, Rusia, Inggris, dan Uni Eropa, serta negara-negara lainnya.
Konflik di Myanmar diharapkan juga menjadi sorotan utama. Inisiatif perdamaian ASEAN tampaknya kesulitan untuk mendapatkan momentum, lima tahun setelah diluncurkan pasca kudeta militer yang membuat negara tersebut terjerumus ke dalam perang sipil yang diperkirakan telah menewaskan sekitar 100.000 orang.
Para menteri luar negeri ASEAN juga akan mengadakan konsultasi informal mengenai Myanmar pada 22 Juli mendatang, menurut Imperial.

