Finware
  • Beranda
  • Riwayat
  • Disimpan
  • Feed
  • Topik Pilihan
  • News
  • Market
  • Bisnis
  • Kripto
  • Tech
Notification
FinwareFinware
  • News
  • Market
  • Bisnis
  • Kripto
  • Tech
Search
  • Quick Access
    • Beranda
    • Contact Us
    • Riwayat
    • Disimpan
    • Topik Pilihan
    • Feed
  • Categories
    • News
    • Market
    • Bisnis
    • Kripto
    • Tech

Artikel Populer

Jangan lewatkan artikel menarik lainnya
Indonesia Terancam Tertinggal dalam Euforia EV, Sebagian Besar Nikel Dialihkan ke Baja Tahan Karat, Temuan Riset Mengungkap

Indonesia Terancam Tertinggal dalam Euforia EV, Sebagian Besar Nikel Dialihkan ke Baja Tahan Karat, Temuan Riset Mengungkap

Reihan
19 April 2026
Oracle Satukan Data AI untuk Berikan Agensi Perusahaan Satu Versi Kebenaran

Oracle Satukan Data AI untuk Perusahaan Agensi Single Version of Truth

Keenan
26 Maret 2026
Aksi Saham Terbesar Siang Ini: META, BBY, APP, SMG Siap Mengguncang Pasar!

Aksi Saham Terbesar Siang Ini: META, BBY, APP, SMG Siap Mengguncang Pasar!

Dirga
27 Maret 2026
© 2026 Finware Media. All Right Reserved.
Finware > Market > Rupiah Terpuruk di Kisaran 18.000-an per Dolar AS, Apa Langkah Selanjutnya?
Market

Rupiah Terpuruk di Kisaran 18.000-an per Dolar AS, Apa Langkah Selanjutnya?

Reihan
Last updated: 26 Oktober 2026 10:37 AM
By
Reihan
3 Min Read
Share
Rupiah Terpuruk di Kisaran 18.000-an per Dolar AS, Apa Langkah Selanjutnya?
SHARE

Rupiah mengalami tekanan dan melemah ke level Rp 18.098 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (26/10/2026). Penurunan ini tercatat sekitar 0,1%, dan sepertinya terkait dengan ketegangan geopolitik yang meningkat serta lonjakan harga minyak dunia.

Selain rupiah, mata uang lainnya di kawasan juga merasakan dampak. Baht Thailand melemah 0,07%, peso Filipina jatuh 0,36%, dan rupee India pun tidak luput, melemah 0,12%. Namun, di sisi lain, beberapa mata uang Asia justru mengalami penguatan, seperti yuan China yang naik 0,01%, yen Jepang plus 0,13%, won Korea Selatan yang naik 0,14%, dan ringgit Malaysia serta dolar Singapura yang masing-masing menguat 0,02%.

Dari sudut pandang analis, Lukman Leong dari Doo Financial Futures, menegaskan bahwa tren melemahnya rupiah terhadap dolar AS kemungkinan akan terus berlanjut. “Kekhawatiran akan ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mendorong harga minyak ke atas $100 per barel,” ujarnya.

Tidak hanya itu, arus keluar dana asing dari pasar saham domestik juga menambah beban. Data terbaru menunjukkan, hingga akhir pekan lalu, aksi jual saham oleh investor asing menyebabkan total net sell di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp 94,86 triliun, yang setara dengan US$ 5,25 miliar. Anehnya, meski kondisi ini terjadi, harga saham di pasar nasional sudah menunjukkan rasio Price Earnings Ratio (PER) yang mencapai 11,69 kali dan Price Book Value (PBV) sebesar 1,45 kali.

Dalam konteks arus modal, Bank Indonesia mencatat bahwa inflow masih didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Sepanjang tahun 2026, net inflow yang terjadi mencapai Rp 43,31 triliun untuk SBN dan Rp 100,42 triliun untuk SRBI.

Read more  JPMorgan Angkat Doug Petno dan Troy Rohrbaugh sebagai Co-President, Marianne Lake Mundur dari Posisi

Selain itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga memerlihatkan penurunan pada hari yang sama, turun tipis empat poin atau 0,05% ke level 5.436. Penurunan ini sejalan dengan kondisi mayoritas pasar saham di tingkat Asia yang juga mengalami grafik penurunan.

Dalam analisis sektor, penurunan IHSG kali ini sejalan dengan banyak sektor saham yang negatif, termasuk di sektor keuangan, industri, teknologi, infrastruktur, dan transportasi. Meski demikian, beberapa sektor seperti kesehatan, konsumer non-primer, dan properti menunjukkan performa yang menjanjikan dengan kenaikan hingga 0,39%.

Secara keseluruhan, meski ada beberapa sektor yang mencatatkan pertumbuhan positif, tekanan pada rupiah dan arus keluar dana asing tetap menjadi perhatian besar bagi banyak investor. Dalam situasi seperti ini, penting bagi para investor untuk memantau dinamika pasar dan mengambil keputusan yang tepat untuk melindungi portofolio mereka.

TAGGED:breakingfeatured
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Threads Copy Link
Avatar photo
ByReihan
Ikuti ulasan Reihan Satria untuk analisis pasar modal, pergerakan IHSG, dan sentimen bursa saham. Insight investasi dari meja redaksi Market Finware.
Previous Article Robinhood Siap Luncurkan Layanan di Timur Tengah pada 2027 dari DIFC Robinhood Siap Luncurkan Layanan di Timur Tengah pada 2027 dari DIFC
Next Article Kit Konversi Baru: Pasang Motherboard ATX dan GPU PC Standar di Dalam Casing Apple Mac Pro! Kit Konversi Baru: Pasang Motherboard ATX dan GPU PC Standar di Dalam Casing Apple Mac Pro!
- Advertisement -
Ad image

Don't Miss

Laporan AS Terkait Risiko AI dan Pengawasan Pemerintah Akan Dirilis dalam 120 Hari: WSJ
Laporan AS Terkait Risiko AI dan Pengawasan Pemerintah Akan Dirilis dalam 120 Hari: WSJ
Market
Investor Diminta Perhatikan Nilai Wajar dan Dividend Yield, Bukan Hanya Sentimen MSCI
Investor Diminta Perhatikan Nilai Wajar dan Dividend Yield, Bukan Hanya Sentimen MSCI
Market
Ulasan SteelSeries Sensei Pro: Manajemen Baterai Pintar Bertemu Performa Tinggi
Ulasan SteelSeries Sensei Pro: Manajemen Baterai Pintar Bertemu Performa Tinggi
Tech
- Advertisement -
Ad image

Baca Juga

Jelajahi insight lain yang sejalan dengan artikel ini!
Pekerja Vietnam Paling Antusias Terhadap AI di Asia Tenggara; Karyawan Singapura Paling Skeptis: Survei
Market

Pekerja Vietnam Paling Antusias Terhadap AI di Asia Tenggara; Karyawan Singapura Paling Skeptis: Survei

Reihan
18 Juni 2026
Kansai Electric Luncurkan Aplikasi Reward dengan Konversi Stablecoin JPYC di Jaringan Polygon
Kripto

Kansai Electric Luncurkan Aplikasi Reward dengan Konversi Stablecoin JPYC di Jaringan Polygon

Rangga
7 Agustus 2026
UEFA Mundur dari Piala Dunia dan Turnamen FIFA Terkait Rencana Penjualan Saham
Market

UEFA Mundur dari Piala Dunia dan Turnamen FIFA Terkait Rencana Penjualan Saham

Reihan
1 Agustus 2026
Apa Strategi Perusahaan AS dalam Mengelola Kas Mereka?
Market

Apa Strategi Perusahaan AS dalam Mengelola Kas Mereka?

Reihan
29 Maret 2026
Kacamata AR Snap Seharga Rp32 Jutaan: Bisa Jadi Gadget XR Terbaik 2026 Jika Buktikan Kualitas Prototipenya
Tech

Kacamata AR Snap Seharga Rp32 Jutaan: Bisa Jadi Gadget XR Terbaik 2026 Jika Buktikan Kualitas Prototipenya

Keenan
17 Juni 2026
Openreach Mulai Uji Modem FTTP Mandiri: Peluang Hemat untuk Peningkatan Broadband Fiber Asal Dapat Hindari Beberapa Kendala
Tech

Openreach Mulai Uji Modem FTTP Mandiri: Peluang Hemat untuk Peningkatan Broadband Fiber Asal Dapat Hindari Beberapa Kendala

Keenan
16 Oktober 2026
Jepang Pertimbangkan Pembatasan Usia Lebih Ketat untuk Media Sosial, Namun Respons Publik Tak Seoptimis Harapan
Tech

Jepang Pertimbangkan Pembatasan Usia Lebih Ketat untuk Media Sosial, Namun Respons Publik Tak Seoptimis Harapan

Keenan
3 Juni 2026
Model Pembayaran Baru Medicare Didesain untuk AI, Namun Dunia Teknologi Belum Menyadari Potensinya!
Bisnis

Model Pembayaran Baru Medicare Didesain untuk AI, Namun Dunia Teknologi Belum Menyadari Potensinya!

Keenan
13 Mei 2026
Show More
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Finware

Baca berita keuangan global real-time, insight market APAC, tren bisnis, dan crypto paling komprehensif. Curi start sebelum market bergerak.

  • Kanal:
  • Market
  • Bisnis
  • Tech
  • Kripto

Personal

  • Riwayat
  • Disimpan
  • Feed
  • Topik Pilihan

Tentang Kami

  • Beranda
  • Hubungi Kami

© 2026 Finware Media. All Right Reserved.

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?