Ada kabar menarik dari Gedung Putih! Sebuah tim tugas baru akan merilis laporan yang menilai risiko yang dihadapi oleh kecerdasan buatan (AI) dan tanggung jawab pemerintah federal AS terhadap teknologi tersebut, seperti yang dilaporkan oleh Wall Street Journal.
Tim ini akan dipimpin oleh Jay Clayton, Direktur Intelijen Nasional AS, yang telah mengonfirmasi perannya kepada media tersebut. Dengan posisinya ini, Clayton akan berperan sebagai “czar AI” baru di pemerintahan Trump, menurut seorang pejabat senior di Gedung Putih.
“Presiden meminta agar dibentuk sebuah kelompok untuk memastikan bahwa kita tetap menjadi pemimpin dalam superintelligence dan mengutamakan kepentingan rakyat Amerika,” ujar Clayton, seperti yang dikutip dalam artikel tersebut.
Meski ada kekhawatiran yang semakin meningkat tentang risiko keamanan yang diakibatkan oleh AI, Presiden Donald Trump justru menolak panggilan untuk regulasi baru. Ia lebih memilih fokus untuk menjaga keunggulan AS di atas China dan mendukung kerangka kerja sukarela yang melibatkan audit keamanan dari pihak luar dan kontrol internal yang lebih kuat.
“Kita memiliki keunggulan yang sangat besar, dan kita akan mempertahankan keunggulan itu, dan ini adalah hal yang sangat positif,” kata presiden dalam pertemuan dengan eksekutif industri pada 29 September lalu.
Tim ini dinamakan “Super Intelligence Force,” pilihan nama yang disukai Trump untuk AI, dan akan memiliki waktu 120 hari untuk menyiapkan laporan tersebut. Menariknya, opini berbeda muncul dari Sekretaris Keuangan AS, Scott Bessent, yang mengkritik peringatan dari para pemimpin AI terkemuka mengenai risiko eksistensial yang ditimbulkan oleh teknologi ini sebagai sesuatu yang alarmis dan tidak membantu. Ia mendorong industri untuk mengatur diri sendiri dan memproduksi solusi.
“Orang-orang di laboratorium yang harus menerima tanggung jawab, dan saya setuju dengan hal itu,” ujar Bessent dalam wawancara dengan Axios yang dipublikasikan pada Sabtu (3 Oktober). “Saya rasa laboratorium juga mulai memikirkan hal tersebut.”
Dari semua perkembangan ini, terlihat jelas bahwa pemerintah AS ingin memastikan bahwa mereka tetap menjadi yang terdepan dalam pengembangan AI, namun tantangan mengenai regulasi dan keamanan tetap menjadi topik diskusi yang hangat di kalangan para pemimpin industri. Ini akan menarik untuk melihat bagaimana laporan dari Tim Super Intelligence ini bisa mempengaruhi kebijakan yang akan datang dan dampaknya terhadap inovasi teknologi.

