Iran tidak bisa mengakses puluhan miliar dolar asetnya di bank-bank asing akibat sanksi yang diterapkan oleh AS.
[DUBAI/BEIRUT/JERUSALEM/ISLAMABAD] Iran mengungkapkan pada hari Jumat (10 April) bahwa aset yang terblokir harus segera dilepaskan dan penghentian tembak-menembak harus diterapkan di Lebanon sebelum negosiasi perdamaian dapat dilanjutkan. Pernyataan ini menambah ketidakpastian menjelang pembicaraan yang dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu di Pakistan.
Ketua parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menyampaikan di platform X bahwa kedua langkah tersebut sebelumnya telah disepakati dengan AS dan memperingatkan bahwa negosiasi tidak akan dimulai hingga kedua syarat tersebut dipenuhi.
Sampai saat ini, tidak ada komentar langsung dari Gedung Putih.
Sebelumnya, Wakil Presiden JD Vance, yang akan memimpin delegasi AS, sudah berangkat menuju pembicaraan di Pakistan dan mengungkapkan harapan hasil yang positif. Namun, ia menambahkan bahwa “jika mereka mencoba mempermainkan kami, maka mereka akan menemukan tim negosiasi tidak begitu responsif”.
Iran telah kehilangan akses terhadap puluhan miliar dolar asetnya di bank-bank asing, terutama dari hasil ekspor minyak dan gas, karena sanksi AS yang menargetkan sektor perbankan dan energi mereka.
Gencatan Senjata yang Rentan
Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu dalam perang yang telah berlangsung selama enam minggu, hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu yang sebelumnya dia ancam akan menghancurkan peradaban Iran. Namun, gencatan senjata ini masih rentan dengan serangan Israel yang terus-menerus di Lebanon dan penutupan Selat Hormuz yang menjadi poin tarik ulur bagi kedua belah pihak.
Gencatan senjata ini telah menghentikan kampanye serangan udara AS dan Israel terhadap Iran. Namun, sejauh ini tidak menghentikan pemblokiran selat tersebut, yang menyebabkan gangguan terbesar dalam pasokan energi global, maupun meredakan konflik yang dilancarkan Israel terhadap sekutu Iran, Hizbollah, di Lebanon.
Trump menyampaikan di media sosial bahwa Iran melakukan “pekerjaan yang sangat buruk” dalam mengizinkan lalu lintas minyak melintasi selat tersebut. Ia juga memperingatkan Teheran agar tidak mencoba menarik biaya dari kapal-kapal yang melintasi area itu. “Itu bukan kesepakatan yang kita miliki!”
Israel juga mengklaim bahwa kampanyenya terhadap kelompok militan Hizbollah di Lebanon tidak termasuk dalam gencatan senjata yang disepakati.
Serangan Israel terus berlanjut di selatan Lebanon pada hari Jumat, dengan lebih dari selusin orang dilaporkan tewas di berbagai kota. Salah satu serangan mengakibatkan delapan anggota pasukan keamanan negara Lebanon tewas, demikian yang dilaporkan oleh media negara setempat.

