Investing.com — Saham Hertz mengalami penurunan sebesar 2,8% dalam perdagangan setelah jam kerja pada hari Kamis, turun menjadi $2,28, setelah terungkap bahwa Pershing Square telah sepenuhnya keluar dari kepemilikan mereka di perusahaan penyewaan mobil tersebut pada bulan Juli 2026. Hal ini tentunya mengguncang kepercayaan investor.
Bill Ackman, dalam sebuah konferensi telepon, mengungkapkan bahwa dana tersebut menutup posisi mereka setelah penawaran ekuitas Hertz pada bulan Juni, yang ia anggap sebagai langkah yang kacau dan tidak perlu. CIO Ryan Israel menambahkan bahwa mereka telah kehilangan kepercayaan terhadap tim manajemen Hertz.
Keputusan keluar dari Pershing Square ini semakin memperburuk tekanan akibat penurunan peringkat kredit yang diumumkan sehari sebelumnya. S&P Global Ratings menurunkan peringkat Hertz dari ’B-’ menjadi ’CCC+’, dengan alasan struktur modal yang tidak berkelanjutan dan risiko pembiayaan yang tinggi terkait dengan sekitar $2,8 miliar utang korporasi yang jatuh tempo pada tahun 2028, serta tambahan $2,5 miliar yang akan jatuh tempo pada tahun 2029.
Saham Hertz sebelumnya dibuka pada harga $2,68 dan mencapai titik tertinggi harian di angka $2,95, seiring dengan semakin banyaknya trader retail yang masuk setelah perusahaan melaporkan kinerja yang baik pada kuartal kedua. Namun, keluarnya investor besar ini langsung membalikkan semua keuntungan tersebut dengan tajam.
Kombinasi antara keputusan Pershing Square dan penurunan peringkat kredit ini jelas menciptakan ketidakpastian bagi investor. Banyak yang mengamati bahwa meskipun di pasar terdapat harapan baru pasca hasil laporan kuartalan yang lebih baik, kepercayaan yang menguat dari para pemegang saham mengalami guncangan yang signifikan. Ketidakpastian ini membuat banyak investor memikirkan kembali strategi investasi mereka terkait saham Hertz.
Dengan segala peristiwa ini, fokus kini beralih kepada bagaimana tim manajemen Hertz dapat merestrukturisasi dan memperbaiki kepercayaan yang hilang. Apakah mereka bisa meyakinkan pasar dan investor bahwa mereka memiliki rencana yang solid untuk masa depan? Ini adalah tantangan besar yang harus dihadapi perusahaan jika ingin mendapatkan kembali kepercayaan yang telah terkikis dalam waktu singkat.
Situasi ini jadi pengingat penting bagi investor untuk selalu melakukan riset dan tidak mudah terpengaruh oleh fluktuasi harga yang terjadi dalam jangka pendek. Pergerakan di pasar saham bisa sangat dinamis, dan keputusan investasi sebaiknya didasari oleh analisis yang mendalam serta pemahaman yang jelas tentang potensi risiko yang ada.

