Malaysia’s Economy Ministry berusaha meyakinkan investor bahwa perkembangan Johor-Singapore Special Economic Zone (JS-SEZ) tetap berjalan lancar meski peluncuran rencana induk yang ditunggu-tunggu mengalami penundaan.
Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Kamis (2 Juli), Menteri Ekonomi Akmal Nasrullah Mohd Nasir menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan JS-SEZ sebagai agenda ekonomi nasional yang memposisikan Johor sebagai mesin pertumbuhan baru negara.
Menurut Menteri, peluncuran Rencana Induk JS-SEZ sedang dikoordinasikan dengan hati-hati untuk memastikan kesiapan implementasi, penyesuaian kebijakan, dan kerjasama strategis antara Malaysia dan Singapura sudah final. “Sebagai inisiatif lintas batas yang utama, peluncuran rencana induk JS-SEZ harus memberikan referensi yang jelas untuk investor, lembaga pelaksana, dan semua pemangku kepentingan,” tambahnya.
Peluncuran rencana induk yang sangat dinantikan ini awalnya dijadwalkan pada 30 Maret, tapi ditunda di detik-detik terakhir demi memastikan keselarasan yang lebih luas antara lembaga federal agar inisiatif ini dapat berkelanjutan dalam jangka panjang.
Dua rencana makro ini bertujuan untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat pertumbuhan tinggi, dengan tujuan menghasilkan RM260 miliar (US$63,7 miliar) dalam produk domestik bruto untuk negara bagian Johor pada 2030 dan menciptakan lebih dari 20.000 pekerjaan berkualitas tinggi.
Meski ada penundaan, Akmal menegaskan bahwa pengembangan kawasan ekonomi khusus tidak pernah terhambat hanya karena rencana induk belum diluncurkan. “Sebaliknya, pemerintah federal bersama dengan pemerintah negara bagian Johor dan lembaga pelaksana terus memfasilitasi investasi, mengembangkan infrastruktur, memperkuat ekosistem talenta dan energi, memperbaiki proses bea cukai dan imigrasi, serta meningkatkan koneksi lintas batas,” ujarnya.
Investasi RM5,5 miliar tercatat di kuartal pertama
Akmal menyebutkan bahwa angka investasi terbaru menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap kawasan ekonomi ini tetap kuat. JS-SEZ berhasil mengamankan sekitar RM77 miliar dalam investasi yang disetujui pada tahun 2025, dan 57 persen dari investasi yang disetujui sudah memasuki tahap implementasi.
Kawasan ini juga mencatat hampir RM5,5 miliar dalam investasi yang disetujui selama kuartal pertama tahun 2026. Dari Januari hingga Mei tahun ini, Invest Malaysia Facilitation Centre-Johor (IMFC-J) menangani 285 pertanyaan investasi dengan total investasi potensial mencapai RM74,1 miliar.
“Angka-angka ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap JS-SEZ tetap kuat dan bahwa manfaat dari JS-SEZ diterjemahkan menjadi proyek nyata, bukan hanya sekedar blueprint,†ungkap Akmal. Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi yang meningkat mengenai penundaan peluncuran rencana makro, yang menyebabkan kekhawatiran di pasar bahwa pengembangan JS-SEZ dapat terganggu.
Meski kementerian tidak memberikan timeline yang diperbarui untuk peluncuran, mereka menyatakan bahwa fokusnya adalah memastikan dokumen tersebut diperkenalkan pada waktu yang tepat dengan pondasi implementasi yang kuat. Pemerintah juga menyoroti upaya yang terus dilakukan untuk memperdalam kolaborasi dengan investor internasional dan mitra strategis, termasuk JS-SEZ Executive Forum yang diadakan pada 1 Juli.
Akmal menambahkan, Malaysia juga telah menggelar pertemuan dengan delegasi dari Prancis, Jerman, negara-negara Nordik, Taiwan, dan Kanada, serta perwakilan diplomatik dari 35 negara yang berbasis di Singapura untuk mempromosikan peluang investasi dalam kawasan tersebut.
Sebagai contoh, dia mencatat bahwa acara Micron-OCBC JS-SEZ Supplier Event 2026 telah mendatangkan 30 pemasok dari Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan ke Johor untuk menjajaki peluang investasi dan kolaborasi industri dengan perusahaan lokal.
“Persiapan untuk dimulainya Johor-Singapore Rapid Transit System (RTS) juga berjalan sesuai dengan rencana,†tambahnya, menunjukkan bahwa jalur kereta ini adalah komponen kunci yang mendukung pengembangan jangka panjang kawasan ekonomi khusus.
Akmal menyatakan bahwa perkembangan ini menunjukkan bahwa implementasi JS-SEZ terus maju secara konsisten meskipun tanpa rencana induk yang resmi diluncurkan. Dia menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah mengesampingkan masa depan ekonomi jangka panjang Johor.
“Fokus kami sekarang adalah memastikan bahwa Rencana Induk JS-SEZ diluncurkan pada waktu yang tepat, dengan pondasi implementasi yang kokoh agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Johor dan menarik lebih banyak investasi berkualitas tinggi, serta memposisikan negara bagian ini sebagai pusat ekonomi dan investasi terdepan di kawasan,†tutup Akmal.

