[SINGAPURA] Perusahaan pembuat peralatan pusat data asal Amerika Serikat, Vertiv, baru saja meresmikan pabrik di Malaysia. Ini menunjukkan perkembangan pesat infrastruktur kecerdasan buatan di kawasan Asia-Pasifik.
Pabrik yang terletak di Johor, tepat di utara Singapura, akan memproduksi sistem kelistrikan dan pendingin yang diperlukan agar pusat data klien tetap beroperasi di Asia Tenggara, Asia Utara, Australia, dan Selandia Baru, berdasarkan pernyataan dari perusahaan yang berbasis di Westerville, Ohio, pada hari Rabu (1 Juli).
Pabrik ini adalah yang pertama bagi Vertiv di Asia Tenggara dan akan mulai beroperasi secara penuh pada tahun 2027.
CEO Vertiv, Giordano Albertazzi, mengungkapkan bahwa kawasan Asia terus menjadi salah satu wilayah yang paling cepat berkembang dalam hal investasi infrastruktur AI dan digital.
Albertazzi menambahkan, “Memperluas jejak manufaktur kami di Malaysia bertujuan untuk lebih meningkatkan kemampuan kami dalam mendukung pelanggan dengan kualitas, kecepatan, skala, dan ketahanan.â€
Beberapa perusahaan besar, mulai dari Amazon.com dan Alphabet hingga raksasa Tiongkok seperti Alibaba Group dan Tencent, sedang menggelontorkan miliaran dolar untuk memperluas kemampuan komputasi mereka di Asia.
Vertiv menyediakan peralatan seperti unit distribusi listrik dan sistem pendingin cair yang sangat penting bagi penyedia layanan AI.
Kluster AI membutuhkan jauh lebih banyak listrik dan pendinginan dibandingkan pusat data tradisional, sehingga meningkatkan permintaan bagi produsen yang mampu memenuhi kebutuhan daya yang lebih tinggi dan persyaratan termal yang kompleks.
Dengan adanya pabrik ini, Vertiv tidak hanya mendukung pertumbuhan perusahaan-perusahaan teknologi besar, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan ekosistem digital yang semakin maju di wilayah ini. Inisiatif ini jelas memberikan dampak positif bagi pasar kerja lokal dengan menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja di Malaysia.
Lebih dari itu, perkembangan infrastruktur yang kuat di kawasan Asia-Pasifik ini menciptakan peluang bagi inovasi baru dan kemunculan start-up yang bisa bersaing di pasar global.
Di saat yang bersamaan, kelancaran operasional pusat data juga mempengaruhi berbagai sektor lain, mulai dari e-commerce, fintech, hingga pendidikan berbasis online. Dengan tuntutan yang terus meningkat akan layanan digital, kegiatan investasi ini menjadi sangat strategis dan relevan.
Ke depan, kita bisa berharap lebih banyak lagi perusahaan mengikuti jejak Vertiv dalam mengembangkan infrastruktur yang mendukung kecerdasan buatan di kawasan ini. Semua ini menunjukkan bahwa Asia memiliki potensi besar dalam menciptakan ekosistem AI yang berkelanjutan dan inovatif.

