[KUALA LUMPUR] Malaysia memperkirakan pasar energi global akan mulai stabil pada kuartal ketiga tahun 2026, meskipun fluktuasi harga dan pasokan akan terus berpengaruh selama satu atau dua tahun ke depan, kata Menteri Ekonomi Malaysia, Akmal Nasir, pada hari Senin (29 Juni).
Akmal menyampaikan hal ini di parlemen saat membahas upaya Malaysia dalam mengatasi dampak krisis energi global yang dipicu oleh perang di Iran dan penutupan Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama untuk pasokan bahan bakar dunia.
Dia menjelaskan bahwa pasokan bahan bakar Malaysia cukup untuk bertahan hingga akhir Agustus, dengan pemerintah terus berupaya untuk mengamankan cadangan tambahan.
Sebuah tim khusus yang dibentuk untuk menangani krisis ini telah mengusulkan 120 langkah intervensi, dengan 27 di antaranya sudah sepenuhnya diimplementasikan. Langkah-langkah tersebut mencakup penyesuaian subsidi bahan bakar dan pengembangan bantuan keuangan untuk usaha kecil dan menengah.
Otoritas juga semakin meningkatkan upaya untuk memperkuat ketahanan pangan, dengan biaya pupuk diperkirakan akan naik antara 15 hingga 20 persen, sementara harga pakan ternak diprediksi naik sebesar 8 persen, ungkap Akmal.
Ppasokan beras Malaysia cukup untuk bertahan selama lima hingga enam bulan, sementara pasokan bahan pangan pokok lainnya seperti ayam, ikan, buah, susu, dan telur cukup untuk setidaknya satu bulan, jelasnya.
Keberlangsungan ekonomi juga akan didukung oleh permintaan domestik yang kuat, dengan tingkat inflasi tetap moderat di angka 2 persen pada bulan Mei, dibandingkan dengan 1,9 persen bulan sebelumnya, tambahnya.

