Pasar saham Thailand saat ini menjadi bintang di antara negara-negara Asia Tenggara, seiring para investor menemukan sumber yang tidak biasa untuk terpapar pada ledakan kecerdasan buatan (AI) global.
Salah satu faktor utama dari lonjakan ini adalah Delta Electronics (Thailand). Perusahaan yang memproduksi sistem tenaga untuk pusat data AI ini telah melesat lebih dari 80 persen tahun ini dan menjadi perusahaan pertama di Thailand yang mencapai valuasi US$100 miliar, yang nilainya lebih besar daripada gabungan empat saham terbesar lainnya di Thailand.
Delta kini juga menjadi perusahaan kedua paling bernilai di Asia Tenggara yang terdaftar dalam MSCI Asean Index, di belakang DBS Group Holdings.
Meskipun Thailand tidak memiliki raksasa semikonduktor seperti Taiwan atau Korea Selatan, para investor semakin menyadari perannya dalam menyediakan infrastruktur di balik AI.
“Thailand bukanlah pasar AI murni, tapi keterlibatannya dalam pusat data, elektronik, sistem tenaga, dan infrastruktur digital memberikan perspektif baru bagi para investor tentang ekuitas Thailand, yang selama ini lebih terfokus pada pariwisata, perbankan, dan siklus konsumsi domestik,†ungkap Sufianti, seorang analis dari Bloomberg Intelligence.
Kenaikan Delta adalah bukti paling jelas dari pergeseran ini. Perusahaan yang bergerak di bidang elektronik ini memproduksi sistem manajemen tenaga yang digunakan dalam server dan pusat data, menjadikannya pemasok penting untuk infrastruktur di balik booming AI.
“Perusahaan ini telah melakukan ekspansi kapasitas dengan tepat waktu untuk menangkap permintaan yang terus meningkat untuk pusat data secara global,†kata Suwat Sinsadok, seorang analis di Globlex Securities di Bangkok.
Selama dua tahun terakhir, pendapatan Delta secara konsisten melebihi ekspektasi setiap kuartal, meskipun ada tantangan dari tarif AS dan konflik di Timur Tengah. Suwat menambahkan bahwa performa keuangan yang luar biasa ini diperkirakan akan terus berlanjut.
Performa Saham Teknologi
Saat ini, Delta menyumbang satu per lima dari indeks Stock Exchange of Thailand, yang lebih dari dua kali lipat bobotnya dibandingkan Juni 2025. Namun, pasar saham Thailand masih kurang bergantung pada saham teknologi dibandingkan dengan Korea Selatan dan Taiwan, yang merupakan dua pasar ekuitas utama di Asia dengan performa terbaik tahun ini.
Saham-saham besar semikonduktor seperti SK Hynix dan Samsung Electronics bersama-sama menyumbang lebih dari setengah dari indeks Kospi Korea Selatan, sementara indeks Taiex di Taiwan juga didominasi oleh saham teknologi, dengan Taiwan Semiconductor Manufacturing saja menyumbang lebih dari 40 persen dari benchmark tersebut.
Berbeda dengan itu, Delta adalah satu-satunya perusahaan teknologi murni di antara lima perusahaan terdaftar terbesar di Thailand. Perusahaan penyedia layanan nirkabel seperti Advanced Info Service, perusahaan energi PTT, produsen listrik Gulf Development, dan Airports of Thailand melengkapi daftar lima saham terbesar negara ini.
Jika dibandingkan dengan benchmark di Asia Tenggara, indeks saham utama Thailand naik lebih dari 20 persen pada tahun 2026 hingga Rabu lalu, melampaui pasar di Singapura dan Vietnam, sementara Indonesia mengalami penurunan.
Sementara banyak produsen elektronik Thailand lainnya juga menunjukkan peningkatan tahun ini, mereka tetap jauh tertinggal dibanding Delta. Hanya Cal-Comp Electronics Thailand, KCE Electronics, dan kadang-kadang Hana Microelectronics yang memiliki kapitalisasi pasar lebih dari US$1 miliar.

