Saham-saham di Indonesia mengalami penurunan setelah penutupan perdagangan pada hari Rabu. Penurunan ini dipimpin oleh sektor Infrastruktur, Keuangan, dan Pertanian yang membawa sebagian besar saham merosot.
Pada penutupan di Jakarta, indeks IHSG jatuh sebesar 3,41%.
Namun, tidak semua saham mengalami nasib buruk. Beberapa saham unggulan di indeks IDX Composite yang menunjukkan pertumbuhan signifikan antara lain Pratama Widya Tbk Pt. Saham ini melesat 24,79% atau 300,00 poin, ditutup di level 1.510,00. Selain itu, Cipta Sarana Medika Tbk PT juga menguat sebesar 23,21% atau 13,00 poin hingga berada di harga 69,00. Bintang Oto Global Tbk PT pun berhasil naik 16,84% atau 240,00 poin pada akhir perdagangan dengan harga 1.665,00.
Tetapi di sisi lain, beberapa saham mengalami penurunan drastis. Arkora Hydro Tbk PtT tercatat sebagai saham terburuk dengan penurunan sebesar 14,86% atau 810,00 poin, ditutup di harga 4.640,00. PT Citra Buana Prasida Tbk menyusul dengan penurunan 14,65% atau 46,00 poin ke level 268,00. Energi Mega Persada Tbk juga merosot 14,44% atau 195,00 poin, berakhir di harga 1.155,00.
Kelemahan di pasar terlihat jelas, dengan saham yang jatuh mengungguli saham yang naik di Bursa Efek Jakarta dengan rasio 651 berbanding 93, sementara 108 saham tidak mengalami perubahan harga.
Saham Pratama Widya Tbk Pt (JK:PTPW) bahkan mencapai harga tertinggi dalam lima tahun terakhir dengan kenaikan 24,79% atau 300,00, mencapai 1.510,00.
Dari sisi perdagangan komoditas, harga minyak mentah untuk pengiriman Agustus mengalami penurunan sebesar 2,01% atau 1,47, menjadi $71,74 per barel. Sementara itu, minyak mentah untuk pengiriman September jatuh 1,87% atau 1,44, mencapai $75,36 per barel. Harga emas juga turun 1,16% atau 48,18, diperdagangkan di level $4.101,22 per ounce troy.
Di sisi nilai tukar, USD/IDR naik 0,69% menjadi 17.964,00, sedangkan AUD/IDR bertambah 0,29% menjadi 12.367,22.
Indeks Dolar AS pun mengalami kenaikan tipis sebesar 0,16% di level 101,33.

