[FLORENCE, Italia] Brand terbesar Kering, Gucci, harus membangun kembali posisinya di China setelah bertahun-tahun menganggap pasar ini sebagai tempat untuk pertumbuhan yang mudah, dengan toko-toko yang kurang strategis dan pengalaman ritel yang ketinggalan zaman, ungkap CEO Kering, Luca de Meo, pada Kamis (16 April).
Selama lebih dari satu dekade, China jadi sumber utama pertumbuhan bagi sektor barang mewah global senilai US$400 miliar, dan Gucci dapat memanfaatkan peluang ini lebih baik dibandingkan pesaingnya. Namun, mereka gagal memanfaatkan lonjakan belanja pasca-pandemi dan tidak bangkit saat pengeluaran konsumen di China melambat.
Dalam acara investor pertama Kering sejak dia menjabat pada bulan September untuk mencoba merombak grup, de Meo menyatakan bahwa Gucci perlu menyesuaikan toko-tokonya di China dengan klien yang lebih cermat dan harus berhenti bergantung pada outlet diskon, tempat produk dijual dengan harga lebih murah.
“Gucci harus kembali,” kata de Meo kepada wartawan. “Gucci di China sudah dianggap sebagai, bolehkah saya menggunakan ungkapan yang sangat kuat, tempat pembuangan, atau tempat yang dicari untuk pertumbuhan yang mudah.”
Selera Pembeli China Sudah Berubah
China kini telah bertransformasi menjadi pasar barang mewah yang canggih, lanjut de Meo, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya ketika permintaan lebih didorong oleh pembelian yang berfokus pada logo daripada kualitas, desain, dan pengalaman.
“Orang-orang sekarang sangat selektif mengenai apa yang bagus, apa yang buruk, kualitasnya, dan permintaannya… bukan hanya sekadar memiliki logo di sesuatu dan membelinya,” ucapnya, menambahkan bahwa perubahan ini mencerminkan perubahan yang terjadi di pasar seperti Jepang, Korea Selatan, dan Eropa sebelumnya.
Untuk membangkitkan kembali pertumbuhan di China, fokus pada pesan yang koheren dan pengalaman di dalam toko jadi kunci. Kering juga mengumumkan bahwa mereka akan mengakuisisi saham minoritas di Icicle Fashion Group yang berbasis di Shanghai.
Selain itu, de Meo, yang bergabung dengan Kering setelah sukses memimpin Renault, menyebutkan pelajaran yang didapat dari sektor otomotif. Merek barang mewah tidak boleh meremehkan kompetisi domestik dan khususnya keterampilan inovasi China, ujarnya.
Beberapa label dalam portofolio mewah Kering, seperti Bottega Veneta dan Saint Laurent, sudah mulai merasakan manfaat dari strategi yang lebih tajam di China, kata de Meo. Namun, pemulihan Gucci bakal memakan waktu lebih lama.
“Untuk Gucci, saya akan katakan, hasilnya belum bisa dipastikan. Ini tidak akan terjadi dalam hitungan minggu. Namun, Anda bisa mungkin mengukurnya dalam hitungan bulan atau tahun, sesuatu seperti itu,” tutupnya.

