Dalam upaya mengatasi keterbatasan pasokan bahan bakar akibat krisis di Timur Tengah, Malaysia mengumumkan pada Selasa (14 April) bahwa mereka akan meningkatkan penggunaan biodiesel. Langkah ini sejalan dengan tekanan yang semakin meningkat pada ekonomi negara tersebut.
Menteri Ekonomi, Akmal Nasir, menyampaikan bahwa pemerintah akan meningkatkan mandat biodiesel dari 10 persen yang dikenal dengan B10 menjadi campuran biodiesel 15 persen dalam sebuah pengumuman yang disiarkan di televisi.
Penerapan ini akan dimulai dengan campuran 12 persen tanpa menambah biaya produksi tambahan dan hanya memanfaatkan pabrik pencampuran biodiesel yang sudah ada, ungkapnya. Namun, Akmal tidak menyebutkan sektor mana saja yang akan menerapkan mandat biodiesel tersebut.
Malaysia, yang merupakan produsen minyak sawit terbesar kedua di dunia, saat ini menerapkan mandat B10 untuk sektor transportasi. Meski demikian, terdapat mandat 20 persen yang sudah diterapkan di wilayah federal Labuan, pulau Langkawi, dan negara bagian Sarawak, kecuali kota Bintulu.
“Pemerintah percaya bahwa penggunaan biodiesel akan lebih memperpanjang ketersediaan pasokan diesel negara,” tambah Akmal.
Dia juga mencermati adanya risiko signifikan pada pasar tenaga kerja Malaysia di kuartal kedua, dengan mencatat bahwa tekanan pada lapangan kerja dan pendapatan diperkirakan akan meningkat.
Akmal memperkirakan bahwa harga pakan ternak domestik akan meningkat sekitar 8 persen, sementara biaya pupuk diperkirakan melonjak antara 15 hingga 20 persen. Dia menambahkan bahwa kenaikan biaya produksi ini mungkin akan segera berimbas pada harga konsumen.
Sektor penerbangan dan pariwisata di Malaysia telah merasakan tekanan akibat perang di Iran, dengan proyeksi hanya 1,5 juta penumpang udara dari Timur Tengah pada tahun 2026 mendatang.
Pengeluaran pemerintah pun meroket karena mereka terus menjaga subsidi agar harga pompa ritel tetap rendah, meskipun biaya energi global melonjak. Kementerian Keuangan menyatakan bahwa mereka akan menghabiskan RM7 miliar (sekitar S$2,3 miliar) untuk subsidi di bulan April.
Selain itu, kementerian juga mengumumkan peningkatan insentif tunai bagi petani padi serta bantuan tunai lebih lanjut untuk pembelian solar untuk penggunaan pertanian dan kendaraan yang memenuhi syarat.

