Goldman Sachs baru saja memulai coverage pada dua perusahaan baja di AS dengan rating Buy. Alasannya? Harga baja yang terus melambung berkat tarif baja Section 232 yang bikin biaya impor meningkat dan pasokan jadi tertekan.
Bank ini memproyeksikan pertumbuhan permintaan yang di atas rata-rata, terutama dalam sektor infrastruktur dan beberapa area di konstruksi non-residensial swasta.
Goldman lebih memilih perusahaan-perusahaan dengan beta rendah yang siap untuk mempercepat arus kas bebas dan mencapai margin yang lebih tinggi melalui ekspansi margin logam dan diversifikasi produk.
Mereka mulai dengan Nucor Corp., memberikan rating Buy dengan target harga 12 bulan sebesar $210. Sebagai produsen baja terbesar di AS, Nucor menyuplai sekitar seperempat dari total produksi baja di negara tersebut.
Nucor juga dikenal sebagai pemulung limbah terbesar di AS, memberikan keuntungan vertikal yang bikin mereka bisa menjaga margin lebih tinggi dibandingkan kompetitornya dengan mengontrol biaya lebih efektif.
Goldman Sachs mendukung rating Buy ini dengan tiga alasan utama: Nucor punya posisi yang menguntungkan untuk melampaui pasar baja AS berkat meningkatnya permintaan, peningkatan pangsa pasar impor, serta ekspansi volume terkait pertumbuhan dari pabriknya di West Virginia.
Mereka juga menyoroti keuntungan biaya struktural yang seharusnya mendorong ekspansi margin dan transisi dari fase investasi modal berat ke fase panen arus kas bebas.
Nucor memperkirakan pendapatan kuartal pertama 2026 akan berada di kisaran $2,70 hingga $2,80 per saham terelar, dengan harapan pendapatan meningkat di semua segmen operasi dibandingkan kuartal keempat 2025. Beberapa pelaku analis juga memberikan rating baru yaitu Sector Weight dari KeyBanc, serta menguatkan rating Buy dari BofA Securities.
Goldman Sachs juga memulai coverage pada Commercial Metals dengan rating Buy dan target harga 12 bulan sebesar $74. Commercial Metals adalah produsen terbesar baja penguat di AS, sehingga sangat penting bagi industri konstruksi di negara ini.
Goldman melihat perusahaan ini sebagai pilihan menguntungkan untuk konstruksi non-residensial dan infrastruktur, yang diperkirakan akan mengalami pertumbuhan signifikan dalam 12 hingga 18 bulan ke depan. Dengan mengakuisisi CP&P dan Foley, Commercial Metals terus mendiversifikasi campuran produknya dan beralih menuju perusahaan solusi konstruksi.
Goldman Sachs memperkirakan segmen ini akan meningkat menjadi lebih dari 25 persen dari EBITDA segmen perusahaan pada tahun 2028. Mereka mengharapkan Commercial Metals bisa menjaga margin yang lebih tinggi, sehingga perusahaan ini akan lebih siap menghadapi fluktuasi pasar.
Rating Buy ini didukung oleh permintaan pasar akhir yang kuat di Amerika Utara, dengan eksposur ke wilayah-wilayah AS yang mengalami pertumbuhan di atas rata-rata, ekspansi margin baik secara organik maupun anorganik, serta fokus strategis pada kesehatan neraca dan generasi arus kas.
Berita terbaru menyebutkan bahwa Commercial Metals melaporkan pendapatan yang disesuaikan untuk kuartal kedua fiskal 2026 sebesar $1,16 per saham, yang sayangnya tidak memenuhi ekspektasi analis, meskipun pendapatannya sebesar $2,13 miliar melampaui perkiraan. KeyBanc juga menguatkan kembali rating Sector Weight pada perusahaan ini.

