Saat banyak bagian pasar masih mencari pijakan yang tepat, Michael Saylor justru semakin bersemangat. Perusahaannya, Strategy Inc., baru saja membeli 13,927 Bitcoin yang bernilai sekitar $1 miliar, melanjutkan tren pembelian yang jadi sorotan utama di pasar crypto.
Langkah terbaru ini membuat total kepemilikan Strategy mencapai angka yang sebagian besar mencerminkan lebih dari 3,7% dari total pasokan Bitcoin, sebuah konsentrasi yang terbilang luar biasa untuk sebuah entitas korporat.
Selama bulan Maret saja, perusahaan ini mencatatkan 44,377 BTC dari total aliran masuk bulanan (47,000 BTC) dari perusahaan-perusahaan publik, yang berarti sekitar 94% dari seluruh pembelian Bitcoin korporat selama periode tersebut.
Strategy has acquired 13,927 BTC for ~$1.00 billion at ~$71,902 per bitcoin and has achieved BTC Yield of 5.6% YTD 2026. As of 4/12/2026, we hodl 780,897 $BTC acquired for ~$59.02 billion at ~$75,577 per bitcoin. $MSTR $STRChttps://t.co/7y8pwgdTdk
— Strategy (@Strategy) April 13, 2026
Ini bukan keputusan yang sekali aja. Ini bagian dari strategi jangka panjang yang selalu diulang oleh Saylor melalui masa naik, turun, dan segala hal di antaranya: beli Bitcoin, simpan, dan beli lebih banyak saat kesempatan muncul.
Membeli di tengah volatilitas, bukan menunggu kepastian
Yang membuat pembelian kali ini menonjol bukan hanya dari segi ukuran, tapi juga timing-nya. Strategy terus mengumpulkan Bitcoin meski perusahaan menanggung kerugian yang belum terealisasi akibat pergerakan pasar.
Di kuartal pertama tahun 2026 saja, perusahaan melaporkan lebih dari $14 miliar kerugian kertas akibat penurunan harga Bitcoin. Namun, bukannya menarik diri, mereka hampir segera melanjutkan pembelian dengan menambahkan ribuan koin ke neraca mereka.
Pendekatan ini mencerminkan keyakinan yang telah lama dipegang oleh Saylor: Bitcoin bukan sekadar instrumen trading; ini adalah aset treasury jangka panjang. Beliau sudah berkali-kali menyatakan bahwa ini adalah alternatif yang jauh lebih baik dibanding menyimpan uang tunai, bahkan sampai mengisyaratkan bahwa perusahaan tidak berniat untuk menjual kepemilikan mereka.
Sebuah strategi yang membentuk eksposur Bitcoin korporat
Model akumulasi Strategy telah secara efektif menjadikan perusahaan ini sebagai proksi untuk eksposur Bitcoin di pasar publik. Sejak mengubah pendekatannya pada tahun 2020, perusahaan terus meningkatkan kepemilikannya melalui campuran penerbitan saham, pembiayaan utang, dan modal internal.
Pada beberapa titik, kecepatan akumulasi ini cukup agresif, bahkan mencapai angka miliaran dolar dalam pembelian hanya dalam beberapa minggu.
Pendukung percaya bahwa ini menciptakan umpan balik yang kuat: meningkatnya harga Bitcoin memperkuat neraca Strategy, yang pada gilirannya memungkinkan lebih banyak pembelian. Namun, para kritikus memperingatkan bahwa model ini sangat bergantung pada kepercayaan pasar yang terus berlanjut dan akses ke modal.
“Pikirkan lebih besar”, tapi dengan risiko apa?
Pesan Saylor tetap konsisten: pikirkan jangka panjang, pikirkan besar, dan jangan terganggu oleh volatilitas jangka pendek. Tapi keyakinan itu datang dengan risiko yang nyata.
Neraca perusahaan sekarang sangat terkait dengan kinerja Bitcoin, yang berarti penurunan tajam bisa segera berarti kerugian akuntansi yang besar dan tekanan pada sahamnya.
Meski begitu, bagi Saylor, taruhan ini tak berubah. Malah, sepertinya semakin besar.
Dengan setiap pembelian baru, Strategy tidak hanya mengakumulasi Bitcoin; mereka juga memperkuat salah satu eksperimen korporat paling berani dalam keuangan modern: apa yang terjadi ketika sebuah perusahaan publik menginvestasikan segalanya pada satu aset digital.

