David Sacks, yang sebelumnya menjabat sebagai “Crypto Czar” di Gedung Putih, kini beralih ke peran yang lebih luas di tim penasihat teknologi pemerintahan Trump. Perubahan ini mengikuti masa jabatannya yang singkat namun berfokus pada menjembatani kesenjangan antara Silicon Valley dan Washington. Meskipun Sacks tetap akan mempengaruhi kebijakan aset digital, tanggung jawab barunya mencakup inisiatif kecerdasan buatan (AI) dan teknologi besar lainnya.
Pindahnya Sacks terjadi di tengah situasi sensitif untuk industri crypto. Upaya legislatif penting, termasuk FIT21 Act dan berbagai undang-undang stablecoin, menghadapi hambatan baru di Senat. Sumber yang mengetahui situasi ini menunjukkan bahwa meski cabang eksekutif tetap mendukung inovasi, jalur legislatif untuk reformasi crypto yang komprehensif kini melambat. Beberapa pihak melihat perubahan peran Sacks sebagai langkah strategis untuk mengintegrasikan kebijakan blockchain ke dalam strategi teknologi nasional yang lebih luas.
Setelah semua pencapaian di tahun pertama kami, Presiden Trump memiliki prioritas yang lebih besar untuk 2026. Dewan Penasihat Presiden tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi siap untuk memberikan lebih banyak kemenangan bagi Amerika. https://t.co/XGa8BY90Xo
— David Sacks (@DavidSacks) 27 Maret 2026
Dampak Perpindahan Sacks pada Regulasi Crypto
Reaksi dari pemimpin industri terhadap berita ini beragam. Beberapa pendukung posisi Crypto Czar khawatir bahwa fokus yang didedikasikan untuk aset digital mungkin akan berkurang dalam agenda teknologi yang lebih besar. Namun, yang lain berpendapat bahwa kehadiran suara pro-crypto seperti Sacks di posisi kepemimpinan teknologi umum memberikan lebih banyak kekuatan bagi industri dalam diskusi terkait keamanan nasional dan infrastruktur AI.
Anggota komite tersebut mencakup sejumlah tokoh terkemuka dari bidang teknologi dan keuangan. Daftar ini termasuk pendiri Andreessen Horowitz, Marc Andreessen, pendiri Google, Sergey Brin, pendiri Dell, Michael Dell, investor awal Coinbase, Fred Ehrsam, CEO NVIDIA, Jensen Huang, CEO AMD, Lisa Su, dan pendiri Meta (sebelumnya Facebook), Mark Zuckerberg. Michael Kratsios, yang pernah menjabat di kedua pemerintahan Trump, akan menjadi co-chair komite ini.
Peralihan ini menjalin kemajuan kebijakan aset digital meskipun ada penundaan legislatif, bersamaan dengan diskusi penting tentang AI dan keamanan nasional. Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Sacks mendorong regulasi yang seimbang untuk mengatasi potensi ancaman AI yang berlebihan.
Dengan langkah ini, mungkin kita dapat berharap adanya perubahan yang lebih signifikan mengenai regulasi aset digital di masa yang akan datang, terutama dengan terlibatnya pemikir-pemikir terkemuka dari industri teknologi dan keuangan. Masyarakat, terutama para penggemar dan investor cryptocurrency, akan terus mengawasi perkembangan ini dengan antusias.
Seiring semakin kompleksnya landscape teknologi dan regulasi, peran dan keputusan yang diambil oleh para pemimpin seperti Sacks bisa menjadi penentu bagi masa depan industri crypto di Amerika Serikat.

