New York punya skala besar, Los Angeles menawarkan pesona glamor, Miami dengan suasana Amerika Latin, sementara Dallas mengandalkan ekonomi stadion raksasa di negara yang gila olahraga. Namun, menjelang FIFA World Cup, Philadelphia semakin terlihat sebagai kota di AS yang paling siap untuk mengubah turnamen ini jadi kisah sukses bagi sektor ritel dan makanan. Ini karena Philadelphia lebih memahami ekonomi acara olahraga global dibandingkan banyak pesaingnya.
Hal ini jadi penting mengingat lonjakan yang diharapkan banyak pelaku ritel dan operator dalam dunia perhotelan mulai terlihat goyah. Pemesanan hotel ternyata jauh dari ekspektasi, FIFA bahkan membatalkan ribuan kamar yang telah dipesan, sementara operator dari New York hingga San Francisco memperingatkan bahwa permintaan lebih rendah dari yang diperkirakan.
Banyak kota di AS yang merencanakan keuntungan dari mega-event yang konvensional, yang biasanya didominasi oleh turis internasional dengan pengeluaran tinggi. Sepertinya, turnamen ini akan lebih bernuansa regional dan domestik, serta lebih fokus pada nilai dan harga yang terjangkau.
Namun, Philadelphia tampaknya telah mempersiapkan diri untuk situasi ini dengan menjadikan kota ini ramah pengunjung. Biaya transportasi umum menuju pertandingan hanya $2.90, dan tradisi tailgating tetap terjaga di sekitar kawasan stadion. Kota ini juga menekankan pengalaman gratis untuk penggemar.
Ini sangat krusial bagi pelaku ritel dan restoran sebab pengunjung yang tidak terlalu dibebani secara finansial lebih mungkin untuk berbelanja di tempat lain. Struktur urban Philadelphia juga menguntungkan, dengan aktivitas yang terkonsentrasi di pusat kota yang mudah diakses.
Center City, Reading Terminal Market, Rittenhouse Square, Fishtown, dan distrik kompleks olahraga semuanya berada dalam jarak yang cukup dekat. Pengunjung internasional yang menginap di pusat kota dapat bergerak dengan mudah antara hotel, bar, distrik ritel, dan acara penggemar.
Demografi Philadelphia Mendukung Sektor Ritel
Ada juga faktor demografi yang bisa menguntungkan Philadelphia jika turnamen ini ternyata lebih domestik daripada yang diperkirakan. Philadelphia terletak di salah satu koridor populasi terpadat di AS. Puluhan juta konsumen tinggal dalam jarak yang cukup dekat dengan kereta atau mobil di sepanjang koridor Northeast dari Washington D.C. hingga New York dan Boston.
Daripada tinggal seminggu di resor premium, kemungkinan area pertumbuhan adalah perjalanan domestik singkat yang dibangun di sekitar pertandingan, kehidupan malam, dan pengalaman sosial. Skena restoran dan bar di Philadelphia telah berkembang pesat, mulai dari bar olahraga dan pabrik bir hingga food hall dan restoran yang dikelola oleh koki independen.
Meski begitu, tetap ada risiko. Pemesanan hotel di Philadelphia tidak sesuai harapan, dan FIFA membatalkan sekitar 2.000 kamar yang dipesan sebelumnya karena acara mega tidak lagi menjamin keuntungan ekonomi secara otomatis.
Namun, sementara banyak pusat kota di AS masih berjuang, Center City di Philadelphia sedang membangun kembali diri dengan campuran yang lebih luas dari perumahan, makanan, hiburan, dan belanja yang menawarkan pengalaman menarik.
Sektor Ritel Kembali Berjalan Lancar
Kepadatan ritel di Center City telah meningkat menjadi 84.2%, level tertinggi dalam dua tahun terakhir, berdasarkan angka terbaru dari Center City District. Distrik ini berhasil merekam peningkatan bersih 32 toko yang terisi sejak akhir 2025, dengan Walnut Street terus mendominasi sebagai koridor belanja premium kota, sementara Chestnut dan Sansom Streets juga menarik pendatang baru seperti konsep Nike’s Jordan World of Flight, Abercrombie & Fitch, dan Veronica Beard.
Meskipun tetap di bawah level okupansi 89% sebelum Covid-19, Greater Center City kini dihuni lebih dari 210.000 penduduk, menjadikannya sebagai populasi pusat kota dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di AS.
Perdagangan di akhir pekan dan malam hari kini menjadi sangat penting, dengan kota ini memiliki lebih dari 540 destinasi malam di seluruh Center City.
Di inti repositioning pusat kota, berdiri Fashion District Philadelphia, area tiga blok yang dikembangkan dari mal Gallery yang dahulu. Fashion District berfokus pada hiburan, makanan, dan ritel yang menjunjung nilai, termasuk Primark, Nike Factory Store, Sephora, Round1 Bowling & Arcade serta City Winery.
Sementara itu, raksasa suburban King of Prussia Mall tetap menjadi salah satu mal dominan di negara ini. Distrik King of Prussia kini memiliki 6,2 juta kaki persegi lahan ritel dan menarik hampir 40 juta pengunjung setiap tahunnya, dengan konsep baru seperti Dick’s House of Sport, hiburan imersif, dan tempat makan berpengalaman.
World Cup bukan satu-satunya acara besar yang akan digelar di sana. Philadelphia akan menjadi tuan rumah enam pertandingan World Cup, termasuk pertandingan pada 4 Juli, tapi juga mengelola rangkaian acara lebih luas seperti MLB’s All-Star Game, kegiatan PGA Championship, March Madness, dan perayaan terkait 250 tahun Amerika.
Selain itu, meskipun banyak kota tuan rumah menghadapi kesulitan karena FIFA mengontrol hak sponsor dengan ketat, Philadelphia malah membangun dukungan masyarakat yang luas sejak awal dan menyebar partisipasi finansial di antara para pemangku kepentingan swasta guna memulai kegiatan ritel dan F&B kota ini pada musim panas mendatang.

