Produsen chip memori asal China telah disebut-sebut sebagai penyelamat dalam menghadapi krisis RAM global, namun laporan terbaru justru memberikan pandangan yang lebih skeptis terhadap anggapan tersebut.
Dalam wawancara dengan Tom’s Hardware, Nelson Duann, VP di Silicon Motion, pembuat pengontrol SSD, menekankan bahwa “China memiliki produsen NAND dan DRAM domestik, dan strategi mereka berbeda dibanding pemasok memori asing. Karena mereka mendapat dukungan pemerintah, mereka juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesehatan pasar lokal.”
Artinya, produsen chip memori besar di China, seperti CXMT dan YMTC, tidak bisa begitu saja menjual kepada penawar tertinggi. Pemerintah, baik lokal maupun nasional, memberi tekanan kepada mereka untuk mendukung produsen lokal RAM sistem dan SSD, serta perangkat seperti ponsel dan PC.
Meskipun mereka memiliki keinginan untuk menjual kepada pusat data dan meraih keuntungan besar, mereka tidak memiliki kebebasan tersebut. Duann mencatat, “Pemasok asing umumnya mengikuti peluang dengan imbal hasil tertinggi dan dapat mengalokasikan sebagian besar pasokan mereka untuk pusat data. Pemasok China tidak bisa melakukan itu karena pemerintah dapat memberikan panduan dan mendorong mereka untuk mendukung industri lokal tertentu.”
Duann juga baru-baru ini berbagi pandangan pesimis mengenai SSD, menunjukkan bahwa pasar ritel konsumen untuk produk ini hampir lenyap. Ini menggambarkan betapa sulitnya situasi yang dihadapi baik oleh produsen maupun konsumen di industri ini.
Analisis: Perlindungan Domestik
Yang menarik untuk diketahui adalah, berdasar kebijakan pemerintah, konsumen di China mungkin tidak menghadapi masalah harga terkait krisis RAM yang sama dengan negara Barat. Ada tingkat perlindungan domestik yang terbangun dalam sistem ini, yang lebih memprioritaskan kebutuhan masyarakat dibandingkan keuntungan. Ini juga berfungsi untuk melindungi lapangan kerja di perusahaan manufaktur yang memproduksi barang-barang yang membutuhkan chip memori, dari RAM hingga laptop.
Beberapa waktu lalu, ada teori yang mengemuka bahwa chip memori yang diproduksi di China bisa dipakai untuk melayani konsumen di seluruh dunia, terutama saat produksi meningkat untuk mengatasi kekurangan memori global. Namun, meskipun ada tanda-tanda ke arah itu, seperti Corsair yang mungkin sedang mencoba menggunakan chip buatan CXMT, komentar Duann mengindikasikan bahwa ada hambatan serius di depan.
Jika krisis RAM terus memburuk — banyak yang memprediksi hal ini akan terjadi dan berpotensi berlanjut hingga akhir dekade — ada kemungkinan besar bahwa China akan memastikan agar produksi diarahkan untuk menyelesaikan masalah di negaranya sendiri, tanpa memperhatikan tawaran menguntungkan yang mungkin diberikan kepada produsen chip besar China.
Semuanya ini masih bersifat teori, namun menjadikan kemungkinan jalan keluar untuk meredakan krisis RAM bagi mereka yang berada di luar China tampak semakin tidak mungkin terjadi. Terlebih lagi, skeptisisme mengenai hal ini sudah ada sejak lama.
Di sisi yang lebih cerah, ada kabar bahwa Apple akan berupaya mengeluarkan sebagian besar dananya untuk membantu meredakan kekurangan memori. Namun, bagaimana tepatnya itu akan dilakukan masih belum jelas.

