David Clayton-Thomas, penyanyi yang dikenal lewat lagu-lagu hits Blood, Sweat & Tears seperti “Spinning Wheel†dan “You’ve Made Me So Very Happy,†telah meninggal dunia. Kabar duka ini disampaikan oleh publicist-nya, Eric Alper, kepada Canadian Broadcasting Corporation. Clayton-Thomas mengembuskan nafas terakhirnya pada Rabu malam di St. Michael’s Hospital di Toronto pada usia 84 tahun, namun penyebab kematiannya belum diumumkan.
Clayton-Thomas lahir pada 13 September 1941 di Surrey, Inggris. Ia bergabung dengan Blood, Sweat & Tears pada tahun 1968 untuk album kedua mereka yang berjudul sama. Lagu “You’ve Made Me So Very Happy†berhasil menduduki posisi kedua di Billboard Hot 100, sementara “Spinning Wheel†juga meraih posisi yang sama di chart tersebut dan menjadi No. 1 di Billboard Adult Contemporary chart. Selain itu, lagu “And When I Die†juga mencapai posisi kedua.
Pada tahun 1970, Blood, Sweat & Tears meraih penghargaan Album of the Year di Grammy Awards ke-12. Album ini diproduksi oleh James William Guercio, yang juga memproduksi album untuk band rock-jazz fusion Chicago, yang juga dikenal dengan penampilan seksi terompet di banyak lagu mereka.
Selain menghantarkan mereka meraih Album of the Year, Blood, Sweat & Tears juga dinominasikan untuk empat Grammy lainnya pada tahun 1970 dan memenangkan trofi kedua untuk Best Contemporary Song lewat lagu “Variations On A Theme By Eric Satie.†Sementara itu, “Spinning Wheel†dinyatakan sebagai nomine untuk Song of the Year namun kalah dari “Aquarius/Let the Sun Shine In†yang dinyanyikan oleh 5th Dimension.
Vokal David Clayton-Thomas Mencuri Perhatian Clive Davis Sejak Dini
Clive Davis, eksekutif musik legendaris yang juga baru saja wafat pada usia 94 tahun, mengenang kesan pertamanya terhadap David Clayton-Thomas. Dalam memoarnya yang terbit tahun 1975, Clive: Inside the Record Business, Davis menuturkan pengalamannya saat mendengar Clayton-Thomas bernyanyi di acara Blood, Sweat & Tears di Café Au Go-Go di New York City.
“Ia sangat mengesankan… penyanyi bertubuh kekar yang memancarkan kepercayaan diri yang luar biasa. Ia seolah melompat ke hadapanmu. Saya datang bersama sekelompok kecil orang dan kami semua terpesona,†tulis Davis, yang saat itu menjabat sebagai presiden Columbia Records. “Ia tampak begitu tulus, begitu menguasai lirik… kombinasi sempurna antara semangat dan emosi yang sesuai dengan daya tarik musik yang lebih intelektual dari band ini. Saya tahu ia akan menjadi sosok yang kuat,†tambahnya.
Kisah hidupnya menjadi salah satu contoh bahwa kekuatan musik dapat menyentuh hati banyak orang, dan warisannya akan terus dikenang oleh para penggemar yang mencintai karya-karyanya.

