Finware
  • Beranda
  • Riwayat
  • Disimpan
  • Feed
  • Topik Pilihan
  • News
  • Market
  • Bisnis
  • Kripto
  • Tech
Notification
FinwareFinware
  • News
  • Market
  • Bisnis
  • Kripto
  • Tech
Search
  • Quick Access
    • Beranda
    • Contact Us
    • Riwayat
    • Disimpan
    • Topik Pilihan
    • Feed
  • Categories
    • News
    • Market
    • Bisnis
    • Kripto
    • Tech

Artikel Populer

Jangan lewatkan artikel menarik lainnya
Indonesia Terancam Tertinggal dalam Euforia EV, Sebagian Besar Nikel Dialihkan ke Baja Tahan Karat, Temuan Riset Mengungkap

Indonesia Terancam Tertinggal dalam Euforia EV, Sebagian Besar Nikel Dialihkan ke Baja Tahan Karat, Temuan Riset Mengungkap

Reihan
19 April 2026
Oracle Satukan Data AI untuk Berikan Agensi Perusahaan Satu Versi Kebenaran

Oracle Satukan Data AI untuk Perusahaan Agensi Single Version of Truth

Keenan
26 Maret 2026
Aksi Saham Terbesar Siang Ini: META, BBY, APP, SMG Siap Mengguncang Pasar!

Aksi Saham Terbesar Siang Ini: META, BBY, APP, SMG Siap Mengguncang Pasar!

Dirga
27 Maret 2026
© 2026 Finware Media. All Right Reserved.
Finware > Market > Strategi Cerdas untuk Menjaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
Market

Strategi Cerdas untuk Menjaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

Reihan
Last updated: 4 November 2026 10:34 AM
By
Reihan
3 Min Read
Share
Strategi Cerdas untuk Menjaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
SHARE

Poin Penting

  • BI selalu menjaga stabilitas rupiah demi menciptakan iklim ekonomi kondusif dan mendorong sektor riil.
  • Gubernur BI sebut kombinasi intervensi, suku bunga, hingga SRBI sebagai seni menjaga stabilitas.
  • BI pastikan terus lakukan intervensi pasar NDF dan DNDF yang terbukti efektif meredam gejolak.

JAKARTA, investortrust.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menjelaskan bahwa BI berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Ini adalah langkah penting mengingat tugas utama BI adalah memastikan stabilitas nilai tukar guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kami di BI punya mandat utama menjaga stabilitas. Terlebih, kami juga bertanggung jawab untuk menciptakan iklim ekonomi yang kondusif agar sektor riil bisa berkembang dan membuka lapangan kerja,” ucap Destry saat menggelar konferensi pers hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) IV Tahun 2026, di Jakarta pada Selasa (3/11/2026).

Menjaga stabilitas nilai tukar rupiah ini bukanlah perkara mudah, Destry mengungkapkan bahwa ada seninya tersendiri. Salah satu cara yang digunakan BI adalah melalui intervensi, di samping kebijakan suku bunga acuan, Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), dan berbagai insentif untuk biaya hedging yang saat ini dalam tahap pengembangan.

“Kami menggabungkan semuanya, jadi bisa dibilang kebijakan yang kami jalankan untuk menjaga stabilitas rupiah itu mirip seni. Kapan kita harus fokus pada satu instrumen dan kapan beralih ke yang lain menjadi bagian dari strategi kami,” jelasnya.

Destry juga memastikan bahwa BI tidak akan berhenti melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas. BI fokus untuk melakukan intervensi di pasar Non Deliverable Forward (NDF) dan Domestic Non Deliverable Forward (DNDF).

“Sejauh ini, kami melihat langkah-langkah yang diambil cukup efektif,” kata Destry.

Read more  Malaysia Angkat Mantan Hakim Pimpin Lembaga Anti-Korupsi Pascaskandal Besar

Stabilitas, menurutnya, adalah tolak ukur penting bagi BI. Untuk mencapai hal ini, BI telah mempersiapkan sejumlah kebijakan dan langkah-langkah strategis.

“Iklim ekonomi yang kondusif itu harus ada stabilitas. Tanpa stabilitas, tidak mungkin ada kondisi yang kondusif,” tegasnya.

Sebelumnya, Destry mengungkapkan bahwa nilai tukar rupiah mengalami tekanan pada bulan Oktober dan November 2026. Ia menjelaskan bahwa pada akhir September, rupiah sempat menguat di level Rp 17.830 per dolar AS.

“Namun, di bulan Oktober dan November, rupiah mengalami pelemahan hingga mencapai Rp 18.145 per dolar AS pada 2 November,” jelasnya.

Menurut Destry, pelemahan ini terjadi akibat eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah dan dampak dari kebijakan moneter yang semakin ketat di AS.

“Sentimen investor global terhadap aset negara berkembang juga berperan dalam hal ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Destry memberikan informasi terkait aliran investasi portofolio asing yang mengalami net outflows sebesar US$ 0,08 miliar pada kuartal III-2026. Ini terutama disebabkan oleh keluarnya modal dari pasar saham.

Namun, ada kabar baik pada awal kuartal IV-2026, sampai dengan 23 Oktober, arus modal asing menunjukkan perbaikan dengan catatan net inflows sebesar US$ 0,04 miliar. Arus ini didorong oleh investasi dalam Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Threads Copy Link
Avatar photo
ByReihan
Ikuti ulasan Reihan Satria untuk analisis pasar modal, pergerakan IHSG, dan sentimen bursa saham. Insight investasi dari meja redaksi Market Finware.
Previous Article Nawasena Resmi Kuasai 66,58% Saham Idea Indonesia (IDEA), Siap Jadi Pemimpin Baru Pasar Nawasena Resmi Kuasai 66,58% Saham Idea Indonesia (IDEA), Siap Jadi Pemimpin Baru Pasar
Next Article Produsen PC Terbesar Kembali Pindah ke China, HP dan Asus Himbau Efisiensi di Tengah Kenaikan Biaya Produsen PC Terbesar Kembali Pindah ke China, HP dan Asus Himbau Efisiensi di Tengah Kenaikan Biaya
- Advertisement -
Ad image

Don't Miss

Franchise Enrichment Terbaik untuk Anak di 2026 yang Harus Diketahui Investornya!
Franchise Enrichment Terbaik untuk Anak di 2026 yang Harus Diketahui Investornya!
Bisnis
Insting yang Membawa Anda Naik Jabatan Bisa Jadi Penghambat Karier Anda
Insting yang Membawa Anda Naik Jabatan Bisa Jadi Penghambat Karier Anda
Bisnis
Hanya 9% Anak Muda Miliki Asuransi, IFG Life Ajak Generasi Muda Populerkan Proteksi Dini
Hanya 9% Anak Muda Miliki Asuransi, IFG Life Ajak Generasi Muda Populerkan Proteksi Dini
Market
- Advertisement -
Ad image

Baca Juga

Jelajahi insight lain yang sejalan dengan artikel ini!
Dunia yang Terpecah: Gan Kim Yong Serukan Pentingnya Integrasi ASEAN
Market

Dunia yang Terpecah: Gan Kim Yong Serukan Pentingnya Integrasi ASEAN

Reihan
1 Agustus 2026
AS dan Kementerian Perdagangan AS Tunda Pencantuman DeepSeek, Lebih dari 100 Perusahaan Dikenal Berisiko Keamanan: Sumber
Market

AS dan Kementerian Perdagangan AS Tunda Pencantuman DeepSeek, Lebih dari 100 Perusahaan Dikenal Berisiko Keamanan: Sumber

Reihan
17 Juni 2026
BYD Alami Penurunan Laba Tahunan Pertama dalam Empat Tahun
Market

BYD Alami Penurunan Laba Tahunan Pertama dalam Empat Tahun

Reihan
28 Maret 2026
Tragedi di Tangga: Apa yang Bisa Kita Lakukan untuk Mencegah Kecelakaan Seperti Ini?
Market

Tragedi di Tangga: Apa yang Bisa Kita Lakukan untuk Mencegah Kecelakaan Seperti Ini?

Reihan
10 Oktober 2026
Ketegangan Perang Iran Diprediksi Akan Menjaga Pasar Minyak Tertekan Selama Dua Tahun ke Depan: IEA
Market

Ketegangan Perang Iran Diprediksi Akan Menjaga Pasar Minyak Tertekan Selama Dua Tahun ke Depan: IEA

Reihan
25 April 2026
Loyality Global terhadap AI: China Semakin Percaya Diri Hadapi Menguatnya Renminbi
Market

Loyality Global terhadap AI: China Semakin Percaya Diri Hadapi Menguatnya Renminbi

Reihan
28 Mei 2026
Lindungi Warga, Bukan Harga: Strategi Asean+3 Membangun Ketahanan Energi di Tengah Guncangan
Market

Lindungi Warga, Bukan Harga: Strategi Asean+3 Membangun Ketahanan Energi di Tengah Guncangan

Reihan
21 Oktober 2026
Lonjakan Permintaan Kredit Kendaraan Dorong Laba Adira (ADMF) Melonjak 56%
Market

Lonjakan Permintaan Kredit Kendaraan Dorong Laba Adira (ADMF) Melonjak 56%

Reihan
30 Oktober 2026
Show More
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Finware

Baca berita keuangan global real-time, insight market APAC, tren bisnis, dan crypto paling komprehensif. Curi start sebelum market bergerak.

  • Kanal:
  • Market
  • Bisnis
  • Tech
  • Kripto

Personal

  • Riwayat
  • Disimpan
  • Feed
  • Topik Pilihan

Tentang Kami

  • Beranda
  • Hubungi Kami

© 2026 Finware Media. All Right Reserved.

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?