Jakarta, CNBC Indonesia – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF), yang lebih dikenal sebagai Adira Finance, baru saja merilis laporan keuangannya untuk kuartal III-2026 dan hasilnya cukup menggembirakan. Perusahaan pembiayaan ini mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 56%, yang menarik perhatian banyak pihak di industri keuangan.
Sesuai dengan laporan keuangan terbaru, laba bersih Adira Finance per September 2026 mencapai Rp1,69 triliun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, di mana laba mereka tercatat sebesar Rp1,08 triliun, kenaikan ini menunjukkan performa yang sangat positif dan optimis bagi investor.
Tidak hanya laba bersih yang meningkat, pendapatan total perusahaan juga naik menjadi Rp9,8 triliun, mencatat pertumbuhan 9% dibandingkan tahun lalu. Meskipun ada peningkatan pendapatan, total beban perusahaan tetap terjaga stabil di kisaran Rp7,6 triliun, yang menunjukkan manajemen biaya yang baik.
Dari sisi manajemen risiko, Adira Finance menunjukkan hasil yang menggembirakan pula. Rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF) gross konsolidasian tercatat sebesar 1,8% pada September 2026. Angka ini lebih baik dibandingkan 2,1% di tahun yang sama sebelumnya, menunjukkan pengelolaan risiko yang semakin baik dalam portofolio pembiayaan mereka.
Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila, menyampaikan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari pertumbuhan positif di sektor otomotif. Adira Finance berhasil membukukan pembiayaan baru sebesar Rp35,1 triliun selama sembilan bulan di tahun 2026. Ini merupakan peningkatan sebesar 13% dibandingkan tahun lalu, yang mencerminkan tingginya permintaan di pasar otomotif.
Kinerja ini didukung dengan pertumbuhan pembiayaan yang merata di semua segmen, baik otomotif maupun non-otomotif. Di akhir September 2026, piutang pembiayaan yang dikelola Adira Finance mencapai Rp65,8 triliun, naik 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dewa menambahkan, “Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, kami akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas pembiayaan.” Ia juga menekankan pentingnya integrasi operasional pascamerger, yang diharapkan dapat menjadi momentum bagi Adira Finance untuk meningkatkan produktivitas jaringan, memaksimalkan sinergi dengan Bank Danamon dan MUFG Group, serta memperkuat daya saing di pasar.
Melihat lebih jauh ke industri otomotif, data menunjukkan bahwa ada pertumbuhan yang konsisten sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Penjualan ritel sepeda motor baru meningkat 10% (yoy) menjadi 5,1 juta unit, sedangkan penjualan mobil baru juga mengalami kenaikan yang signifikan, tumbuh 16% (yoy) menjadi 676 ribu unit. Ini menggambarkan bahwa pasar otomotif Indonesia masih sangat dinamis dan menawarkan banyak peluang bagi pemain di sektor pembiayaan.
Kenaikan laba dan pendapatan yang signifikan ini tidak hanya menggambarkan performa Adira Finance, tetapi juga mencerminkan optimisme terlihat di pasar secara keseluruhan. Hal ini menjadi sinyal baik bagi investor dan pelaku pasar yang ingin berpartisipasi dalam industri keuangan dan otomotif Indonesia yang terus berkembang.
Dengan pertumbuhan yang stabil dan strategi manajemen yang cerdas, Adira Finance terlihat siap untuk menghadapi tantangan ke depan, dan mungkin akan menjadi salah satu kunci dalam memperkuat ekosistem industri otomotif di Indonesia.

