Microsoft menambahkan deteksi peniruan dan deepfake di Teams pada November 2026
Microsoft siap memperkenalkan dua fitur keamanan baru di Teams yang dirancang untuk melawan serangan peniruan yang semakin canggih di era AI.
Yang pertama, Microsoft membuka platformnya untuk mendukung deteksi deepfake dari pihak ketiga dengan harapan bisa mengakhiri video dan audio yang dihasilkan AI.
Fitur keamanan kedua yang sangat penting ini akan memberi peringatan kepada pengguna ketika peserta rapat bisa jadi sedang menyamar, membantu mereka memverifikasi keaslian identitas peserta.
Teams Akan Segera Beritahu Jika Orang yang Anda Ajak Bicara Palsu
Solusi deteksi pihak ketiga akan menganalisis media rapat untuk mencari tanda-tanda audio dan video yang sintetis atau dimanipulasi, lalu mengirimkan sinyal deteksi ke Teams. Ini memungkinkan pengalaman dan kontrol saat rapat yang lebih terintegrasi.
Ketika Teams mendeteksi kemungkinan upaya peniruan, ia akan memunculkan peringatan dan indikator risiko untuk membantu pengguna mengenali identitas yang mencurigakan.
Kedua fitur ini dijadwalkan diluncurkan pada November 2026, namun rincian lebih lanjut mengenai platform pihak ketiga yang bisa mendukung deteksi deepfake belum diumumkan.
Yang pasti, Teams telah menjadi sasaran empuk untuk serangan peniruan, dan AI jadi alat yang lebih memudahkan penjahat dalam mengeksploitasi celah keamanan. Microsoft sudah mulai aktif memperkenalkan fitur-fitur lain seperti pemblokiran ekstensi file.
Dan masalah ini sangat nyata, dalam laporan Juli 2026, Microsoft melaporkan ada peningkatan hampir 10 kali lipat dalam upaya panggilan suara berbahaya di Teams dalam setahun terakhir, serta kenaikan 80% dalam upaya phishing suara.
Meski begitu, kemajuan yang berarti sudah dicapai, di mana perusahaan ini berhasil menurunkan aktivitas phishing terkait Tycoon2FA, sebuah platform phishing-as-a-service, sebesar 92% dalam setahun. Lihat ke depan, roadmap Microsoft dipenuhi berbagai pengumuman Teams, termasuk fitur baru dan banyak pembaruan keamanan lainnya.

