Perusahaan CXMT asal Cina berhasil mencatat diri sebagai perusahaan terdaftar paling bernilai di negara tersebut setelah sahamnya melesat 470 persen dalam debutnya di Shanghai pada hari Senin (27 Juli). Ini menunjukkan dukungan investor yang sangat kuat terhadap champion chipset lokal yang menjadi bagian penting dari dorongan Beijing untuk mandiri secara teknologi.
CXMT, produsen terkemuka chip DRAM di Cina, mengumpulkan 57,92 miliar yuan (setara US$8,6 miliar) dalam penawaran umum perdana (IPO) terbesar di Asia pada tahun 2026. Sahamnya dibuka di harga 49,50 yuan, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga IPO 8,66 yuan, melambungkan nilai pasarnya menjadi sekitar 3,3 triliun yuan, lebih tinggi dari nilai Industrial and Commercial Bank of China.
Kenaikan harga ini membuat CXMT melampaui perkiraan nilai 579 miliar yuan pada harga IPO, sebelum adanya penyesuaian pilihan alokasi tambahan, menunjukkan betapa besarnya premium yang bersedia dibayar investor untuk perusahaan semikonduktor yang langka seperti ini.
Pembukaan saham yang sangat sukses ini juga memberikan ujian penting bagi minat investor terhadap perusahaan semikonduktor Cina pada saat saham teknologi global mengalami fluktuasi tajam antara pertumbuhan yang didorong oleh AI dan penempatan dana yang lebih defensif.
Berikut ini beberapa fakta menarik tentang CXMT dan mengapa perusahaan ini menarik perhatian investor.
Apa Itu CXMT?
CXMT adalah pembuat chip dynamic random-access memory (DRAM) teratas di Cina. Chip ini menyediakan memori jangka pendek untuk smartphone, komputer pribadi, server, sistem kecerdasan buatan, dan perangkat elektronik lainnya.
Pasar DRAM global lama dikuasai oleh Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology. CXMT adalah produsen DRAM terbesar keempat di dunia dan memiliki pangsa pasar sekitar 7,7 persen pada tahun 2025, menurut prospektus IPO-nya.
Perusahaan ini mengalami pertumbuhan pesat selama siklus puncak chip memori global yang dimulai pada tahun 2025, yang dipicu oleh permintaan terkait AI, yang meningkatkan harga dan pengeluaran untuk produk memori yang canggih.
Omzet kuartal pertama pun melesat 719 persen dibandingkan tahun lalu menjadi 50,8 miliar yuan. Di paruh pertama tahun 2026, pendapatan diperkirakan dapat mencapai 110 miliar hingga 120 miliar yuan, hampir dua kali lipat dibandingkan dengan total keseluruhan tahun 2025 yang sebesar 61,8 miliar yuan.
Mengapa CXMT Penting?
Chip memori menjadi esensial untuk hampir semua sistem komputasi modern. DRAM telah menjadi komponen krusial dalam server AI karena pelatihan dan pengoperasian model AI membutuhkan sejumlah besar memori berkecepatan tinggi.
Bagi Cina, CXMT menjawab kerentanan strategis. Beijing telah berupaya bertahun-tahun untuk mengurangi ketergantungan pada chip dan teknologi terkait dari luar negeri, terutama saat AS dan sekutunya memperketat kontrol ekspor pada semikonduktor canggih dan peralatan produksi.
IPO CXMT adalah uji coba untuk melihat apakah Cina dapat membangun produsen dalam negeri yang kompetitif di sektor yang masih dikontrol oleh perusahaan asing.
Nilai pasar CXMT yang mencapai US$487 miliar setelah debutnya menjadikannya sekitar setengah dari nilai Micron dan SK Hynix, meskipun pangsa pasarnya jauh lebih kecil di pasar DRAM global.
Siapa Dibalik CXMT?
Dasar pemegang saham CXMT mencerminkan sistem pembiayaan semikonduktor yang didukung negara di Cina. Menurut prospektusnya, pemegang saham milik negara memegang 36,29 persen sebelum IPO. Ini termasuk investor terkait pemerintah lokal Hefei dan Anhui serta dana investasi semikonduktor yang didukung negara yang dikenal sebagai “Big Fund”.
Salah satu tokoh kunci di balik CXMT adalah Zhu Yiming, pendiri GigaDevice Semiconductor, perusahaan desain chip memori di Cina yang dikenal dengan NOR flash memory, yang digunakan untuk menyimpan kode dalam perangkat elektronik.
Dokumen perusahaan menyebutkan bahwa dia sangat berperan dalam penciptaan dan pengembangan CXMT. Dia membawa pengalaman dari industri chip memori dan kemudian menjabat sebagai ketua perusahaan.
Bagaimana CXMT Dibandingkan dengan Rival Globalnya?
Meski sudah menjadi pembuat DRAM nomor 4 di dunia, CXMT masih tertinggal di belakang pemimpin industri dalam teknologi memori canggih, terutama dalam chip high-bandwidth memory (HBM) yang sangat penting untuk membangun akselerator AI dari perusahaan seperti Nvidia.
Samsung dan SK Hynix menguasai pasar HBM dan mendapatkan manfaat dari pengalaman bertahun-tahun dalam produksi, teknologi proses, dan kualifikasi pelanggan global. Micron juga merupakan pemasok memori canggih utama.
Keunggulan CXMT terletak di tempat lain: dukungan kebijakan yang kuat, akses ke pembiayaan yang terkait dengan negara, dan permintaan yang terus berkembang dari pelanggan domestik yang mencari alternatif pemasok asing. Keunggulan-keunggulan ini dapat membantu CXMT memperluas pangsa pasarnya meskipun secara teknis masih kalah dari para pesaing global.
Apa saja Risiko yang Dihadapi?
Di luar siklus booms dan busts yang bergejolak dalam industri memori, CXMT juga menghadapi risiko dari kontrol ekspor AS yang membatasi aksesnya pada peralatan pembuatan chip canggih dari pemasok seperti ASML. Ini menjadi tantangan bagi mereka untuk mengejar ketertinggalan teknologi dari rival global.
Perusahaan ini juga menghadapi risiko geopolitik. Pada bulan Juni, Departemen Pertahanan AS menetapkan CXMT sebagai “Perusahaan Militer Cina” dan sebelumnya Reuters melaporkan bahwa CXMT disetujui oleh komite lintas lembaga AS untuk dimasukkan ke dalam Daftar Entitas, meski hal itu belum diterapkan.
Menurut prospektusnya, CXMT berencana menggunakan dana hasil IPO untuk memperluas kapasitas produksi, memperbarui teknologi manufaktur, dan mendanai riset serta pengembangan.

