[SINGAPURA] Harga minyak melesat lebih dari 3 persen pada hari Senin (20 Juli), dengan Brent melewati angka US$90 per barel. Kenaikan ini terjadi seiring dengan meningkatnya serangan antara Amerika Serikat dan Iran di wilayah Timur Tengah, yang berdampak pada pengiriman energi di Selat Hormuz.
Kontrak berjangka minyak Brent naik sebesar US$2,75, atau 3,12 persen, menjadi US$90,85 pada pukul 22:02 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berada di angka US$85,05 per barel, meningkat US$2,56, atau 3,10 persen.

