Vietnam menargetkan pertumbuhan PDB yang ambisius, setidaknya 10% pada tahun 2026. Dalam beberapa tahun terakhir, narasi pertumbuhan ekonomi Vietnam banyak dipengaruhi oleh sektor manufaktur, ekspor, dan konstruksi, yang semuanya mendapatkan keuntungan dari pergeseran rantai pasokan global.
Namun, terdapat mesin pertumbuhan lain yang mulai terlihat. Penjualan ritel dan pengeluaran untuk layanan konsumen kini semakin menunjukan taringnya.
Produksi industri dan sektor konstruksi masih akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Vietnam, tetapi para analis yang diwawancarai oleh The Business Times menyoroti pentingnya konsumsi domestik. Konsumen Vietnam semakin menjadi penerima manfaat dari ekspansi ekonomi negara ini.
Dr. Dam Nhan Duc, Kepala Ekonom di MB Bank Vietnam, menjelaskan bahwa “Konsumsi domestik telah mengukuhkan perannya sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi Vietnam. Ini menjadi kekuatan yang stabil di tengah ketidakpastian perdagangan global.”
Data ekonomi terbaru menunjukkan bahwa PDB Vietnam tumbuh sebesar 8,18% dalam enam bulan pertama tahun ini, dengan sektor manufaktur terus menjadi motor penggerak utama pertumbuhan.
Vietnam menargetkan rata-rata pertumbuhan PDB setidaknya 10% setiap tahun dari 2026 hingga 2030.
Pada paruh pertama 2026, total penjualan ritel barang dan layanan konsumen melonjak 12,9% dibandingkan tahun lalu. Dr. Duc mencatat, ini adalah momentum permintaan domestik terkuat sejak awal 2023.
Dia menyampaikan hal ini dalam forum Invest Asean yang diadakan oleh Maybank di The Fullerton Hotel, Singapura, dari Selasa hingga Rabu.
Acara tahunan selama dua hari ini bertujuan untuk menghubungkan perusahaan dengan para investor.
Le Hong Lien, kepala penjualan institusional di Maybank Securities, menyebutkan bahwa konsumsi rumah tangga menyumbang sekitar 55% dari struktur PDB Vietnam saat ini, dengan pengeluaran pemerintah berkontribusi sekitar 10% lagi.
Prioritas Konsumen untuk “Pengeluaran yang Meningkatkan Gaya Hidupâ€
Kelas menengah Vietnam terus berkembang sejalan dengan pertumbuhan ekonominya.
Pendapatan nasional bruto per kapita negara ini mencapai US$4.970 tahun lalu, mendorong Vietnam naik ke status pendapatan menengah atas menurut Bank Dunia. Batasan untuk diklasifikasikan sebagai pendapatan menengah atas adalah US$4.636.
Seiring dengan meningkatnya kekayaan, Dr. Duc mengamati bahwa konsumen Vietnam semakin memprioritaskan “pengeluaran yang meningkatkan gaya hidup”.
Tren ini juga diperhatikan oleh Phu Nhuan Jewelry (PNJ). CEO-nya, Phan Quoc Cong, mengatakan bahwa generasi muda di Vietnam kini tidak lagi melihat pembelian perhiasan sekadar sebagai penyimpanan nilai.
“Dulu, target utama PNJ adalah orang-orang yang membeli perhiasan karena nilai investasinya. Namun, generasi muda kini membeli perhiasan sebagai ekspresi diri. Ini menjadi hal baru bagi kami,” ungkapnya.
Para eksekutif di PNJ juga percaya bahwa konsumen Vietnam, terutama yang muda, adalah “mesin pertumbuhan terpenting” bagi negara ini berkat daya beli yang meningkat dan perubahan harapan konsumen.
Namun, Lien mengingatkan bahwa meskipun konsumsi dapat menjadi mesin pertumbuhan utama bagi ekonomi Vietnam, produksi industri dan konstruksi diperkirakan tetap menjadi pendorong pertumbuhan yang lebih besar dalam waktu dekat.
“Setelah pembangunan infrastruktur selesai, pemerintah akan memiliki ruang fiskal yang lebih besar untuk fokus meningkatkan pendapatan rumah tangga, misalnya melalui pengurangan pajak penghasilan pribadi, yang langsung bisa merangsang konsumsi,†katanya.
PNJ dan MB Bank termasuk di antara 14 perusahaan Vietnam yang mengirimkan perwakilan ke konferensi Invest Asean.
Acara ini menghubungkan sekitar 200 investor dengan 54 perusahaan dari enam pasar ASEAN: Malaysia, Singapura, Thailand, Indonesia, Filipina, dan Vietnam, serta India.
Jumlah perusahaan Vietnam yang terlibat adalah yang terbanyak, menunjukkan minat investor terhadap ekonomi ini serta keinginan perusahaan untuk berinteraksi dengan investor asing.
Baik Dr. Duc maupun Cong mengatakan bahwa forum ini menjadi platform bagi mereka untuk menjelaskan suasana di Vietnam kepada calon investor dan mendengar harapan-harapan dari investor asing.

