The planned India tie-up, with the China link, could lift tourist spending and boost the rupiah
Indonesia sedang memperluas jangkauan sistem pembayaran QR nasionalnya ke India, hanya beberapa bulan setelah menjalin kerjasama dengan China, sebagai langkah untuk memanfaatkan peningkatan aliran pembayaran digital lintas batas yang cepat berkembang di Asia.
Rencana koneksi ini ditargetkan selesai pada akhir 2026, yang akan menghubungkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) milik Indonesia dengan jaringan pembayaran bank real-time India, Unified Payments Interface (UPI). Dengan adanya koneksi ini, konsumen dan pedagang di kedua negara bisa melakukan dan menerima pembayaran menggunakan aplikasi bank dan dompet digital yang sudah ada.
Jika digabungkan dengan koneksi ke China yang diluncurkan pada bulan April lalu, QRIS akan berada di persimpangan tiga pasar pembayaran QR terbesar di Asia. Ini adalah langkah strategis yang sangat menarik, mengingat potensi besar pertumbuhan sektor pariwisata serta perdagangan antara Indonesia dan India.
Konektivitas ini tidak hanya dapat mendorong pengeluaran wisatawan, tetapi juga memperkuat nilai rupiah. Dengan kedua negara memiliki populasi besar dan banyaknya perjalanan antarnegara, mengintegrasikan sistem pembayaran bisa memberikan kemudahan serta efisiensi yang lebih baik dalam bertransaksi.
Misalnya, ketika wisatawan dari India mengunjungi Indonesia, mereka hanya perlu menggunakan aplikasi pembayaran di ponsel mereka untuk bertransaksi, tanpa harus repot menukarkan uang tunai atau menggunakan kartu kredit yang mungkin dikenakan biaya tinggi. Ini membuat pengalaman berwisata menjadi lebih menyenangkan dan nyaman.
Lebih jauh, hubungan pembayaran ini bisa menjadi jembatan untuk lebih meningkatkan perdagangan antara kedua negara. Banyak pelaku bisnis kecil di Indonesia yang kini akan memiliki akses lebih mudah untuk menjual produk mereka ke pasar India, sebaliknya pelaku bisnis dari India juga bisa menjajaki produk-produk dari Indonesia. Ini bukan hanya bagus untuk semua pelaku usaha, tetapi juga untuk pertumbuhan ekonomi di kedua negara.
Melihat tren ini, sangat menarik untuk mengikuti bagaimana perkembangan ini akan berlanjut. Dengan inovasi teknologi di sektor pembayaran yang kian pesat, Indonesia berpeluang untuk menjadi pemain utama dalam ekosistem pembayaran digital di Asia. Konektivitas dengan India dan China hanyalah awal dari transformasi besar ini.
Kita semua pasti berharap inisiatif ini bisa berjalan lancar dan memberikan manfaat yang maksimal, baik untuk masyarakat, pelaku usaha, maupun perekonomian secara keseluruhan. Tentu saja, langkah ini juga menunjukkan komitmen Indonesia untuk terus beradaptasi dan bersaing di panggung global.

