Cody Garbrandt masih menghadapi dua masalah besar: pertahanan serangannya hampir tidak ada, dan daya tahannya masih diragukan. Kedua masalah ini terlihat jelas saat ia bertarung di UFC 329 di T-Mobile Arena, Las Vegas, akhir pekan lalu. Mari kita bahas detailnya.
Fakta Penting Sekilas
- Hasil: Adrian Yanez mengalahkan Cody Garbrandt dengan TKO (pukulan), Ronde 1, 2:47
- Event: UFC 329, T-Mobile Arena, Las Vegas
- Divisi: Bantamweight (prelims)
- Wasit: Herb Dean
- Rekord: Garbrandt kini 15-8; Yanez menjadi 18-6-1
Apa yang Terjadi di Kekalahan Cody Garbrandt Melawan Adrian Yanez?
Garbrandt sempat punya momen awal yang menggembirakan, menangkap Yanez saat pertukaran serangan liar yang singkat. Namun, itu tidak bertahan lama.
Yanez mulai tenang, membalas dengan pukulan kanan di tengah kekacauan, dan perbedaan akurasi langsung terlihat. Ia menjatuhkan Garbrandt dan melanjutkan dengan beberapa pukulan hingga Herb Dean menghentikan pertarungan pada 2:47 di ronde pertama, menyudahi malam buruk mantan juara itu.
Pertahanan adalah cerita utama di sini. Garbrandt terus menerus terjebak dalam pukulan balik yang sama yang telah mengakhiri banyak pertarungannya sebelumnya. Sementara itu, Yanez yang juga dikenal agresif, lebih awal dalam memberikan pukulan yang lebih tepat.
Kenapa Herb Dean Kini Dipertanyakan Lagi?
Hentian ini sebenarnya tidak terlalu buruk. Nama Dean kini bawa bobot kritik yang tidak sama dengan setahun lalu. Wasit veteran ini telah menghadapi banyak kritik di tahun 2026, dan bulan terakhirnya pun cukup berat.
Di UFC Baku akhir Juni, Dean terus memperingatkan Shara Magomedov soal menarik rambut dan memukul mata lawan Michel Pereira tanpa pernah memberikan pengurangan poin—sebuah keputusan yang berpotensi mempengaruhi hasil pertandingan. Ini terjadi beberapa minggu setelah Alex Pereira menuduhnya karena membiarkan Ciryl Gane melancarkan pukulan ke bagian belakang kepala di UFC Freedom 250. Saya sudah membahas mengapa kritik selalu menghampirinya setelah kartu Baku.
Namun di sini, situasi tampak bersih. Garbrandt terjatuh, pukulan berikutnya tepat sasaran, dan keputusan untuk menghentikan pertarungan diambil sebelum cedera yang lebih parah terjadi. Ada sejarah di sini, karena Dean juga memimpin kemenangan Garbrandt di bulan Maret atas Xiao Long, dengan mengurangi poin dua kali karena pukulan rendah. Garbrandt tidak banyak mengeluh setelah keputusan Dean, yang bisa jadi indikator penting validitas keputusan tersebut.
Seberapa Jauh Cody Garbrandt Jatuh Sejak Menjadi Juara?
Perjalanan Garbrandt dalam sepuluh tahun terakhir sangatlah terjal. Versi Garbrandt dari tahun 2016 adalah monster. Ia mengalahkan Dominick Cruz untuk merebut gelar bantamweight, mempertahankan rekornya menjadi 11-0 dengan kecepatan tangan yang membuatnya terlihat seperti masa depan divisi.
Hampir satu dekade kemudian, rekornya kini 15-8 dan hampir semua kekalahannya berakhir dengan cara brutal. Kemenangan bulan Maret atas Xiao Long, sebuah keputusan yang tampak jelek dan hanya bisa dia dapatkan karena pengurangan poin yang berulang terhadap lawan yang suka melanggar, seharusnya menjadi kesempatan mudah baginya tetapi justru menunjukkan seberapa besar ia kehilangan performa. Kekalahan pada hari Sabtu lalu mengonfirmasi hal itu dalam waktu kurang dari tiga menit.
Apa Selanjutnya untuk Cody Garbrandt?
Pada usia 34 tahun, dengan daya tahannya yang sudah sering diuji dan permainan defensif yang tidak pernah terselesaikan, pertanyaannya adalah apakah ada langkah selanjutnya. Jujur saja, tidak akan mengejutkan jika Garbrandt memutuskan untuk meninggalkan olahraga ini setelah kalah. UFC memang pernah memberi kesempatan kepada mantan juara sebelumnya, tetapi kalkulasi dalam skuad sangatlah tak kenal ampun. Garbrandt punya penggemar yang cukup banyak, tetapi jika kita melihat fakta, tidak ada tanda-tanda ia akan segera kembali ke jalur perebutan gelar. Sulit juga untuk melihat pertarungan menguntungkan yang bisa ia jalani.
Di sisi lain, Yanez membawa pulang kemenangan terbesar dalam karirnya dan momentum baru setelah awal tahun 2025 yang suram. Hasil lain dari UFC 329 melaju menuju kembalinya Conor McGregor, tetapi pertarungan prelims memberikan keputusan yang paling jelas malam itu. Masalah Garbrandt sepertinya tidak akan bisa diatasi hanya dengan pindah ke tim pelatih yang baru atau rencana pertarungan yang lebih baik.

