Singapura dan Indonesia siap berkolaborasi lebih dalam di bidang energi dan keberlanjutan. Dikenal sebagai mitra strategis, kedua negara ini melihat potensi besar dalam penggunaan energi terbarukan dan proyek listrik lintas batas untuk masa depan yang lebih cerah.
Dalam konferensi pers bersama Presiden Indonesia Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengungkapkan bahwa kerjasama di bidang energi dan keberlanjutan bakal menjadi fokus baru untuk memperkuat ketahanan regional.
Kedua negara baru saja menandatangani nota kesepahaman mengenai kolaborasi karbon kredit sesuai dengan Pasal 6 Perjanjian Paris. Dalam kesepakatan ini, Singapura dan Indonesia berkomitmen untuk saling bertukar informasi dan keahlian teknis terkait pasar karbon, serta bekerja sama menuju perjanjian implementasi.
Pasal 6 memberi ruang bagi negara-negara untuk berkolaborasi dalam mencapai target iklim mereka, termasuk melalui transfer karbon kredit yang dihasilkan dari proyek pengurangan emisi. Ini adalah langkah awal yang menarik dalam pengembangan keberlanjutan di kawasan.
Keduanya juga menandatangani delapan nota kesepahaman lainnya dan membahas 18 perjanjian lain yang dicatat saat konferensi pers. Selain itu, isu keamanan maritim menjadi salah satu poin penting, dengan Prabowo menegaskan komitmen bersama untuk menjaga Selat Malaka tetap terbuka dan aman bagi navigasi internasional.
Potensi Besar di Energi Terbarukan
Pernyataan Wong melihat bahwa Indonesia memiliki potensi besar di bidang energi terbarukan dan Singapura ingin bekerja sama untuk memanfaatkan potensi ini. Salah satu contoh nyata dari kolaborasi ini adalah proyek solar terbesar di Indonesia yang kini sedang dibangun di Morowali, Sulawesi Tengah, yang dikenal sebagai pusat industri utama di Indonesia.
Dalam rapat tersebut, juga dilakukan penandatanganan kesepakatan antara lembaga investasi sovereign Indonesia, Danantara, dan perusahaan Singapura seperti Keppel Electric serta Sembcorp Industries. Wong menyebut ini sebagai tanda jelas dalam kerjasama proyek listrik lintas batas yang dapat menguntungkan kedua negara.
“Kami percaya bahwa proyek semacam ini adalah win-win solution untuk kedua belah pihak dan akan menjadi fondasi penting bagi Asean Power Grid yang lebih luas, memperkuat ketahanan energi di kawasan kita,†kata Wong.
Asean Power Grid merupakan inisiatif regional untuk menghubungkan sistem listrik di Asia Tenggara dan mempromosikan perdagangan listrik secara multilateral.
Keyakinan Terhadap Masa Depan Indonesia
Rapat Pimpinan ini adalah platform tertinggi bagi Singapura dan Indonesia untuk meninjau hubungan bilateral dan merencanakan arah kerjasama di masa depan. Ini merupakan retreat kedua antara Wong dan Prabowo setelah kunjungan negara pemimpin Indonesia ke Singapura pada bulan Juni 2025.
Delegasi Singapura termasuk para pemimpin tinggi seperti Wakil Perdana Menteri Gan Kim Yong dan Menteri Pertahanan Chan Chun Sing. Di sisi Indonesia, menteri yang turut hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Luar Negeri Sugiono.
Wong menekankan bahwa retreat ini mencerminkan hubungan khusus yang terjalin erat antara kedua negara. Ia menegaskan keyakinan Singapura terhadap masa depan jangka panjang Indonesia, mengingat keduanya memiliki masa depan yang saling terkait.
Hubungan Komersial yang Kuat
Keyakinan ini tercermin dari investasi berkelanjutan Singapura di Indonesia selama bertahun-tahun. Wong menyatakan bahwa investasi ini tidak hanya berupa aliran modal, melainkan juga menciptakan bisnis, industri hilir, serta membuka peluang infrastruktur digital yang memberikan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia.
Contoh kolaborasi sukses adalah Kendal Industrial Park (KIP) yang akan merayakan ulang tahunnya yang ke-10. Proyek yang dimulai pada tahun 2016 ini, hasil kerjasama antara Sembcorp dan Jababeka, telah menarik total 139 penyewa dan menciptakan hampir 77.000 lapangan kerja.
KIP juga telah mencapai nilai ekspor yang mencapai US$820 juta dan kini siap untuk berekspansi seluas 1.000 hektar. Wong menegaskan bahwa kemitraan ini adalah langkah ke depan yang penuh potensi untuk kedua negara.
Dalam menutup sambutannya, Wong menyimpulkan bahwa Singapura dan Indonesia adalah mitra terpercaya yang memiliki kepentingan bersama dalam kesuksesan masing-masing. “Kemitraan kami dalam bentuk yang dalam, penuh fokus proaktif, dan penuh dengan potensi. Bersama kita bisa menciptakan lebih banyak peluang dibandingkan jika kita berusaha sendiri,†tutupnya.
Dengan merayakan 60 tahun hubungan diplomatik pada tahun 2027 nanti, Wong menekankan harapannya untuk bekerja sama lebih dekat dan merayakan pencapaian ini sebagai simbol kemitraan yang terus berkembang.

