Banyak perusahaan menggeser pergerakan besar di pasar sebelum jam buka. Mari kita lihat beberapa yang menarik perhatian.
Alphabet, perusahaan induk Google, mengalami penurunan 1% setelah anak perusahaannya kalah dalam kasus antimonopoli di Eropa. Pengadilan memutuskan untuk mempertahankan denda sebesar 4,1 miliar euro (sekitar $4,67 miliar) yang dikenakan kepada Google. Denda ini berasal dari keputusan Komisi Eropa pada tahun 2018 yang menghukum Google karena dianggap melakukan praktik anti-persaingan dengan memberikan keuntungan yang tidak adil kepada aplikasi-aplikasinya di produk Android.
Beralih ke Italia, Bending Spoons, perusahaan teknologi, mencatat penurunan 7% setelah debut publiknya pada hari Rabu. Sahamnya sempat melesat hampir 40% dari harga IPO pada hari yang sama. Ini menunjukkan perubahan yang dinamis dalam dunia investasi, di mana ketidakpastian sering kali menjadi bagian dari perjalanan.
Selanjutnya, AeroVironment, perusahaan teknologi pertahanan, mencatat kenaikan 4% setelah meraih kontrak senilai $500 juta dengan Angkatan Darat AS. Kontrak ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan kontra-drone bagi militer, yang semakin menjadi fokus penting dalam strategi pertahanan modern.
Palantir juga menunjukkan performa yang baik, dengan kenaikan lebih dari 3% setelah D.A. Davidson meningkatkan rekomendasi sahamnya dari netral menjadi beli. Para analis menjelaskan bahwa mereka melihat valuasi saham ini sangat menarik setelah waktu yang lama. Sahamnya diperkirakan akan berakhir di minggu perdagangan yang singkat ini dengan kenaikan lebih dari 15%.
Berlanjut ke dunia cryptocurrency, saham Strategy dan Coinbase juga mencatatkan kenaikan seiring dengan harga bitcoin yang melampaui $61,000, mencetak total kenaikan dalam dua hari sebesar 4,5%. Perusahaan treasury crypto, Strategy, naik 6%, sementara platform perdagangan Coinbase mencatat peningkatan lebih dari 3%. Ini menunjukkan betapa dinamisnya pasar cryptocurrency dan potensi besar yang ada.
Robinhood tidak ketinggalan dalam kenaikan ini, yang bukan hanya dipicu oleh reli bitcoin. Para analis di Mizuho telah meningkatkan target harga untuk sahamnya menjadi $130. Mereka berpendapat bahwa Robinhood mempunyai potensi menjadi “hyperscaler” dalam broker online, menunjukkan kemungkinan dominasi di berbagai negara, bukan hanya satu. Ini memberikan gambaran tentang bagaimana perubahan teknologi bisa merevolusi cara kita berinvestasi.
Namun, tidak semua saham mengalami tren positif. Saham perusahaan di sektor memory kembali turun pada hari Kamis setelah mengalami penurunan yang tajam pada hari Rabu. Sandisk, yang jatuh lebih dari 10% pada hari sebelumnya, turun 3,5% dalam perdagangan premarket. Begitu juga dengan Western Digital dan Seagate Technology yang masing-masing turun 2,5%, menyusul penurunan sebesar 6% dan 5% pada hari Rabu. Ini menunjukkan bahwa investor mulai mengambil keuntungan seiring pemulihan kuartal kedua ini.
Dari informasi ini, kita dapat melihat betapa beragamnya pergerakan di pasar saham. Dari perusahaan teknologi besar hingga platform perdagangan berbasis crypto, tren saat ini menggambarkan dinamika yang berkelanjutan. Sangat menarik untuk mengikuti perkembangan ini dan melihat bagaimana investor bereaksi terhadap perubahan di pasar.

