CEO Bitget, Gracy Chen, baru-baru ini membagikan pemikirannya tentang dampak kecerdasan buatan (AI) pada pekerjaan berpenghasilan tinggi lewat unggahan di X. Menurutnya, AI berpotensi mengubah banyak pekerjaan dengan gaji tinggi, tetapi orang-orang di puncak organisasi mungkin menjadi yang paling sulit tergantikan.
Chen menyebutkan temuan dari sebuah makalah yang dipresentasikan oleh National Bureau of Economic Research (NBER). Di acara tersebut, ia memperlihatkan grafik yang menunjukkan bahwa paparan AI umumnya meningkat seiring dengan tingkat gaji, namun menurun pada 10% pekerja dengan penghasilan tertinggi.
上周å‚åŠ MITçš„æ´»åŠ¨æ—¶çœ‹åˆ°ä¸€å¼ æŒºæœ‰æ„æ€çš„图,想跟大家分享一下。
è¿™å¼ å›¾æ¥è‡ª@nberpubs的工作论文《Intelligence and the Labor Market》,展示的是ä¸åŒè–ªèµ„分ä½å²—ä½çš„AI暴露程度。
整体æ¥çœ‹ï¼Œå²—ä½è–ªèµ„越高,å—到AIå½±å“的程度通常也越高。但到了收入最高的å‰10%å·¦å³ï¼Œè¿™æ¡æ›²çº¿å而开始下é™ã€‚… https://t.co/uubz9v7SWo pic.twitter.com/cJ0e6T5oN7
— Gracy Chen @Bitget (@GracyBitget) June 26, 2026
Menurut Chen, paparan AI itu bukan berarti pekerjaan akan hilang. Ini lebih kepada seberapa banyak pekerjaan sehari-hari bisa berubah, didukung, atau diotomatisasi oleh alat AI.
Keterampilan kepemimpinan semakin sulit tergantikan
Chen berpendapat bahwa eksekutif senior menciptakan nilai dengan cara yang sulit untuk ditiru oleh AI. Para pemimpin teratas lebih banyak menghabiskan waktu untuk menentukan masalah yang paling penting, membuat keputusan dengan informasi terbatas, dan mengumpulkan orang-orang untuk mencapai tujuan bersama.
Dia juga menjelaskan bahwa AI tidak bisa sepenuhnya memahami budaya internal perusahaan, kepercayaan antar tim, atau faktor manusia di balik keputusan bisnis penting. Meskipun AI bisa memproses informasi publik dalam jumlah besar, pengalaman bertahun-tahun yang didapatkan dari negosiasi, manajemen krisis, dan kepemimpinan tetap tidak tergantikan.
Menurut Chen, manajer yang mahir menggunakan AI juga mampu mengawasi lebih banyak proyek dengan menyerahkan pelaporan rutin, analisis, dan pekerjaan administratif kepada sistem AI.
Perusahaan crypto sudah mengubah cara kerja
Beberapa perusahaan bahkan sudah mengurangi staf mereka sambil berinvestasi lebih banyak pada alat AI. Pertukaran dan perusahaan blockchain menggunakan AI untuk meningkatkan deteksi penipuan, layanan pelanggan, pemantauan kepatuhan, dan riset pasar sambil mengurangi pekerjaan manual.
Bagi perusahaan crypto, perdebatan ini semakin bergeser dari menggantikan karyawan menjadi mengubah cara tim bekerja. Perusahaan mencari pekerja yang bisa mengombinasikan pengetahuan teknis dengan penilaian, komunikasi, dan kepemimpinan.
Seiring AI mengambil alih tugas-tugas repetitif, bisnis semakin menghargai orang-orang yang bisa membuat keputusan sulit, membangun kepercayaan dengan pelanggan, dan memandu tim dalam menghadapi perubahan pasar. Keterampilan-keterampilan ini tetap sulit untuk diotomatisasi, meskipun AI semakin menjadi bagian dari industri crypto.

