Elon Musk baru saja dinyatakan sebagai orang terkaya di dunia yang pertama kali mencapai status triliuner berkat sahamnya di SpaceX setelah debut publik perusahaan tersebut pada 12 Juni. Tak tanggung-tanggung, para trader di pasar prediksi menganggap Mark Zuckerberg, CEO Meta, memiliki peluang terbaik untuk menjadi triliuner berikutnya. Namun, jalannya masih panjang dan penuh tantangan.
Data dari Kalshi menunjukkan bahwa Zuckerberg memiliki kemungkinan 32% untuk menjadi triliuner kedua di dunia. Berdasarkan laporan Forbes, kekayaan bersihnya saat ini diperkirakan sedikit di bawah $200 miliar. Dengan kata lain, untuk mendapatkan gelar tersebut, kekayaannya harus meningkat hingga empat kali lipat.
Kontrak di Kalshi yang berkaitan dengan prediksi ini akan berakhir pada tahun 2033. Jadi, jika Zuckerberg tak berhasil mencapai status triliuner kedua sebelum tenggat waktu itu, kontraknya akan ditutup. Saat ini, volume perdagangan kontrak di Kalshi masih rendah, dengan transaksi melebihi $7,500.
Di platform trading itu, CEO Nvidia, Jensen Huang, juga dianggap sebagai kandidat kuat berikutnya, dengan peluang 21% untuk mendapatkan kekayaan bersih 13 digit. Kekayaan bersihnya saat ini, menurut Forbes, sedikit lebih dari $180 miliar.
Menariknya, tidak ada tokoh lain yang dianggap memiliki peluang lebih dari 10% untuk menjadi triliuner kedua. Michael Dell, CEO Dell Technologies, memiliki peluang ketiga terbanyak di 6%. Meskipun kekayaan bersihnya mencapai $240 miliar, lebih besar dibandingkan Zuckerberg dan Huang, peluangnya untuk meraih status triliuner kedua lebih kecil.
Meski peluang yang diberikan oleh trader pasar prediksi terbilang rendah, ada kemungkinan lebih dari satu triliuner baru akan muncul di masa depan. Sebuah laporan dari Oxfam pada Januari 2025 memperkirakan bahwa dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan, bisa ada lima triliuner baru.
Data ini menyoroti dinamika menarik dalam dunia bisnis dan investasi saat ini. Perkembangan ini menunjukkan bahwa kekayaan terus bergerak dari satu individu ke individu lainnya, tergantung pada inovasi dan keberhasilan mereka dalam berbisnis. Banyak yang berpikir bahwa status triliuner bukan sesuatu yang bisa dicapai dengan mudah, tetapi dengan visi, strategi yang tepat, dan sedikit keberuntungan, segalanya mungkin terjadi.

