Roelof Botha, mantan mitra pengelola Sequoia Capital, kini bergabung dengan dewan direksi SpaceX, hanya beberapa hari setelah perusahaan ini melaksanakan IPO terbesar dalam sejarah. Ini merupakan langkah menarik di dunia investasi dan teknologi luar angkasa.
SpaceX mengumumkan penunjukan Botha dalam pengajuan dokumen ke Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) pada hari Rabu lalu. Dalam pengumuman tersebut, mereka menyatakan bahwa Botha diangkat “untuk mengisi kekosongan yang ada di Dewan” dan akan bertugas hingga pertemuan pemegang saham tahunan berikutnya. Selain itu, ia juga akan bergabung dengan komite audit dewan SpaceX. Sayangnya, Botha belum memberikan komentar lebih lanjut mengenai kabar ini.
SpaceX menambahkan bahwa Botha “membawa pengalaman luas di perusahaan publik dan memiliki latar belakang yang kuat di komite audit, setelah sebelumnya menjabat di dewan dan komite audit beberapa perusahaan publik.” Ia meninggalkan perannya sebagai pemimpin Sequoia pada akhir tahun lalu.
Menariknya, Botha dan pendiri sekaligus CEO SpaceX, Elon Musk, pernah bekerja bersama di PayPal pada tahun 2000. Botha mulai bergabung dengan perusahaan tersebut pada Maret tahun yang sama, sedangkan Musk dikeluarkan dari posisinya sebagai CEO PayPal pada September 2000.
Dengan masuknya Botha, dewan direksi SpaceX kini berjumlah sembilan orang. Ia bergabung dengan beberapa orang dekat Musk seperti Ira Ehrenpreis, Antonio Gracias, Steve Jurvetson, dan Luke Nosek, juga COO SpaceX Gwynne Shotwell, eksekutif Google Donald Harrison, serta VC Randy Glein. Perlu diketahui, Musk menjabat sebagai ketua dewan.
Botha sudah bersama Sequoia lebih dari 20 tahun, dan perusahaan tersebut sudah berinvestasi di SpaceX sejak 2019. Di saat menjelang IPO, Sequoia dilaporkan memiliki 1,5% saham SpaceX, yang memberikan posisi senilai lebih dari $20 miliar.
Kisah ini masih berkembang. Informasi lebih lanjut akan diperbarui seiring berjalannya waktu.

