[BANGKOK] Kebakaran besar di sebuah pub populer di Bangkok, Thailand, menewaskan 27 orang, dengan 22 lainnya dalam kondisi kritis akibat luka-luka, kata pejabat setempat pada hari Senin (13 Juli). Ini menjadi salah satu insiden paling mematikan di pusat pariwisata tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
“Kami telah menemukan 27 jenazah, dan yang lainnya sedang dibawa ke rumah sakit,†ujar Perdana Menteri Anutin Charnvirakul, yang mengunjungi lokasi kebakaran yang terjadi pada pukul 11.57 malam waktu setempat pada hari Minggu (12.57 pagi di Singapura).
Berdasarkan keterangan para penyintas, pub di kawasan Chatuchak itu segera dipenuhi asap setelah kebakaran terjadi, memaksa banyak orang berlari ke bagian belakang lokasi yang dekat dengan toilet. Namun, tidak ada jalur evakuasi yang memadai.
Ada 63 orang korban lain yang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut, dan mereka telah dirawat di rumah sakit, kata Suriyachai Rawiwan, direktur Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana Administrasi Metropolitan Bangkok.
“Jumlah kematian stabil di angka 27,†tambahnya saat berbicara kepada Reuters.
Di antara yang terluka dan dirawat, 22 diantaranya dalam kondisi kritis, ujar Gubernur Bangkok, Chadchart Sittipunt kepada wartawan.
Ketika petugas penyelamat tiba di lokasi kejadian, kebakaran yang menurut saksi dimulai dari depan panggung sudah melahap area tersebut, menurut Suriyachai.
“Kami harus menunggu penyelidikan dari polisi,†tambahnya.
‘Asap ada di mana-mana’
Pemadam kebakaran Chakrit Khongkom, 45, mengatakan ia tiba dengan truk pemadam pertama untuk melihat pub Rong Beer Na Lat Phrao dalam keadaan terbakar, dengan banyak pengunjung terjebak di dalam, beberapa mencoba melarikan diri dari bagian belakang venue. Beberapa orang yang muncul dari depan venue mengalami luka bakar.
“Kebakarannya tidak terlalu agresif, tetapi asap menyelimuti 100 persen lokasi. Asap ada di mana-mana,†katanya. “Sebagian besar penyintas mengalami sesak napas karena asap.â€
Rekaman kamera tubuh dari petugas darurat menunjukkan petugas pemadam kebakaran yang mengenakan masker oksigen bergerak melalui puing-puing gelap pub Rong Beer Na Lat Phrao dengan senter sambil mencari penyintas.
Beberapa korban terlihat terkulai di lantai dekat toilet pub saat petugas penyelamat membawa tandu.
Video juga menampilkan apa yang tampak sebagai ruang utama venue yang terbakar, dengan meja bar dan bangku masih terlihat di tempatnya.
Chadchart menyebut bahwa pub tersebut telah mendapat izin yang sesuai dan memiliki jalur evakuasi, namun kebakaran menyebar sangat cepat dan asap memenuhi ruangan, kemungkinan menyulitkan pengunjung untuk melarikan diri.
Di pagi hari, petugas darurat tetap berada di lokasi saat jenazah dipersiapkan untuk diangkut dan tim forensik mengumpulkan bukti untuk membantu mengidentifikasi para korban.
Jenazah yang diberi nomor terletak dalam dua baris menunggu untuk diangkat, dikelilingi oleh banyak petugas penyelamat. Para pemadam kebakaran berdiri di dekat pintu masuk pub yang kini hangus terbakar.
Seorang anggota band di venue tersebut mengatakan kepada media setempat bahwa asap tiba-tiba memenuhi ruangan setelah lampu mati sejenak, diikuti dengan penggerudukan dan kebakaran besar.
“Setelah ledakan, saya tidak melihat siapa pun yang mencoba melarikan diri, sebagian besar terjatuh di lantai meminta pertolongan,†katanya kepada wartawan, sambil menunjukkan kepala yang dibalut perban.
“Saya berlari menuju pintu dari panggung, sekitar lima meter. Itu gelap dan penuh asap, tidak ada oksigen.â€

