Dalam dunia bisnis modern, ada beberapa pelajaran penting yang bisa diambil dari kisah seorang pendiri yang berpengalaman. Berikut adalah beberapa inti dari pengalaman dan pandangannya yang bisa menjadi inspirasi untuk para pengusaha dan investor.
Inti dari Pembelajaran
- Menjadi yang pertama dan benar itu penting, tetapi tidak cukup. Anda juga harus siap menghadapi jarak antara visi dan kesiapan pasar.
- Jika memulai dari awal, fokuslah lebih pada distribusi dan adopsi, bukan hanya sekadar membangun produk. Jangan hanya membangun untuk perantara — bangunlah untuk orang yang sebenarnya dilayani oleh sistem.
- Membangun kredibilitas sejak awal bukan sekadar tujuan lembut; itu akan berlipat ganda. Pendiri yang berinvestasi dalam kepercayaan dari awal menciptakan benteng yang tidak bisa ditiru oleh fitur-fitur.
- Ilmu di bidang AI lebih maju daripada pasar, infrastruktur sedang dibangun, dan pendiri yang bertindak sekarang, sebelum hal ini jelas, akan menentukan seperti apa industri ini dalam 20 tahun ke depan.
Saya terinspirasi oleh cerita seorang ayah yang merupakan OB-GYN pertama di sebuah kota kecil di Georgia Selatan. Dia mengenal pasien-pasiennya secara pribadi, membantu melahirkan anak mereka dan menjadi bagian yang dipercaya dalam hidup mereka. Beban berat sebagai satu-satunya spesialis di komunitas membuatnya membayar harga mahal, merenggut nyawanya di usia 38 tahun akibat serangan jantung.
Gambaran ini memengaruhi cara pandang saya tentang membangun. Mengikuti jejaknya, saya juga melangkah ke dunia medis, menjadi OB-GYN dan mengembangkan keterampilan canggih dalam bedah robotik, rekonstruksi pelvis, serta obstetri operatif. Saya dilatih untuk memecahkan masalah klinis yang rumit.
Namun, seiring waktu, saya menyadari bahwa masalah terbesar dalam kesehatan bukanlah masalah klinis, melainkan sistemik. Untuk menyelesaikan masalah sistemik, diperlukan langkah keluar dari sistem itu sendiri, yang mengantar saya pada pilihan untuk meninggalkan profesi yang saya cintai dan menjadi seorang pendiri.
Bangun di Antara Kemungkinan dan Kepercayaan
Pada tahun 2001, saat National Institutes of Health melakukan pemetaan genom manusia, saya mendirikan NeoGenomics Laboratories, yang kemudian dikenal sebagai NeoGenomics, Inc. Pada saat itu, genomik belum menjadi peluang bisnis di benak banyak orang. Ilmunya berkembang, tetapi pasar belum siap.
Jarak ini — antara apa yang mungkin secara ilmiah dan apa yang diyakini pasar — adalah tempat perusahaan-perusahaan yang tahan lama dibangun.
Tapi menjadi yang pertama dan benar saja tidak cukup. Kita harus siap menghadapi jarak antara visi dan kesiapan pasar. Banyak pendiri yang meremehkan betapa lama perubahan nyata terjadi dalam industri yang kompleks. Sistem sering kali menolak disrupsi, bukan karena inovasi itu salah, tetapi karena adopsi memerlukan perubahan perilaku dalam skala besar.
Pendiri yang berhasil adalah mereka yang mampu bertahan dalam menghadapi jarak tersebut.
Distribusi Terlebih Dahulu, Produk Belakangan
Jika memulai dari awal, lebih baik fokus pada distribusi dan adopsi dulu — bukan hanya sekadar membangun produk.
Dalam kesehatan, meskipun solusi terbaik ada, mereka gagal jika tidak terintegrasi dengan alur kerja yang sudah ada atau tidak menjangkau pasien di tempat mereka berada. Pendiri sering kali memandang teknologi sebagai garis finish, padahal itu justru adalah titik awal.
Apa yang memenangkan pasar adalah akses dan keterlibatan — produk yang mencapai dan mempertahankan pengguna dalam skala besar. Dalam industri yang diatur dan berdasarkan hubungan, kepercayaan dan distribusi jauh lebih penting daripada keanggunan teknis.
Bangun untuk Pengguna, Bukan Pihak Ketiga
Salah satu kesalahan paling umum yang saya lihat adalah membangun untuk perantara ketimbang pengguna akhir.
Dalam kesehatan, itu berarti merancang untuk penyedia, administrator, atau pembayar karena mereka yang mengontrol keputusan pembelian. Namun, itu sering kali menambah kompleksitas pada sistem yang sudah rumit. Peluang yang lebih besar — dan masalah yang lebih menantang — adalah menyederhanakan pengalaman untuk orang yang sebenarnya dilayani oleh sistem.
Masalah inti dalam kesehatan bukanlah kurangnya pengetahuan medis, tetapi kurangnya koordinasi. Pasien memasuki sistem dalam keadaan bingung dan kewalahan, tanpa langkah selanjutnya yang jelas. Mereka menunda perawatan, memilih penyedia yang salah, atau masuk terlalu terlambat — bukan karena perawatan tidak ada, tetapi karena tidak ada yang membimbing mereka.
Kredibilitas yang Berlipat Ganda
Pendiri sering kali lebih fokus pada fitur dan metrik pertumbuhan. Tapi dalam industri di mana orang membuat keputusan besar terkait kesehatan, keuangan, atau status hukum mereka, kepercayaan adalah produk yang nyata.
Kredibilitas ini berlipat ganda. Pendiri yang berinvestasi dalam kepercayaan sejak dini menciptakan benteng yang tak bisa direplikasi oleh fitur-fitur.
Ayah saya memahami ini secara instingtif. Pasien mempercayainya, bukan hanya karena keterampilan klinisnya, tetapi juga karena kontinuitas — dia berada di sana tahun demi tahun, untuk keluarga yang sama, melalui momen-momen penting dalam hidup mereka.
Itulah model yang saya yakini teknologi sekarang bisa bawa kembali dalam skala besar.
Titk Balik Selanjutnya: AI dan Data
Sama seperti genomik mengubah cara kita memahami penyakit, kecerdasan buatan (AI) merupakan pergeseran besar berikutnya dalam kesehatan.
AI memiliki potensi untuk akhirnya menyelesaikan apa yang tidak pernah dilakukan kesehatan dengan baik: mengoordinasikan perawatan dalam skala besar. AI dapat membimbing pasien sebelum mereka memasuki sistem, menghubungkan mereka dengan penyedia yang tepat dan mengurangi beban administratif yang meningkatkan biaya dan kelelahan dokter.
Masalah tersebut adalah fokus saya di HealthLynked — menciptakan pintu depan sejati untuk kesehatan yang membantu pasien memahami langkah selanjutnya sebelum mereka memasuki sistem.
Namun, peluangnya jauh lebih dari sekadar koordinasi. Setiap pasien menghasilkan data: riwayat medis, hasil, dan respons terhadap perawatan. Saat ini, data ini terfragmentasi dan kurang dimanfaatkan. Jika individu diberdayakan untuk mengontrol dan membagikannya dengan aman dan dengan persetujuan, laju penemuan medis dapat meningkat secara dramatis.
Kita bisa mengidentifikasi pola lebih awal, memperbaiki perawatan lebih cepat, dan beralih dari perawatan reaktif ke perawatan prediktif. Penemuan tidak akan lagi terkurung pada institusi — melainkan menjadi upaya kolektif dalam skala populasi.
Pola ini sama seperti yang terjadi dalam genomik: Ilmu pengetahuan lebih maju daripada pasar, infrastruktur sedang dibangun, dan pendiri yang bertindak sebelum hal ini menjadi jelas akan menentukan dekade berikutnya.
Fokus pada Masalah Inti dalam Skala Besar
Ketika mengevaluasi setiap keputusan besar, saya selalu bertanya: Apakah ini membawa kita lebih dekat untuk menyelesaikan masalah inti dalam skala besar? Bukan masalah di dekatnya. Bukan masalah yang lebih mudah. Masalah intinya.
Kemenangan jangka pendek dan perbaikan bertahap bisa terasa seperti kemajuan tanpa mengubah apa pun yang berarti. Keputusan yang penting adalah keputusan yang benar-benar mengubah cara kerja sistem — meski itu mungkin memakan waktu bertahun-tahun sebelum dampak tersebut terlihat jelas.
Ayah saya tidak memiliki AI atau pemetaan genom. Namun, dia memiliki kontinuitas, kepercayaan, dan pemahaman mendalam tentang pasien-pasiennya. Apa yang kita miliki sekarang adalah kesempatan untuk mengembalikan model itu — tidak hanya untuk satu kota kecil, tetapi untuk jutaan orang.
Itu bukan hanya soal efisiensi. Ini adalah kembalinya apa yang seharusnya selalu menjadi tujuan medis — hanya kali ini, dalam skala besar.

