Regulator pasar berjangka di AS sedang menyelidiki sejumlah perdagangan berjangka minyak yang tidak biasa, yang terjadi hanya beberapa menit sebelum pengumuman mengejutkan dari Presiden Donald Trump yang menandakan jeda dalam serangan terhadap Iran. Investigasi ini dipimpin oleh Commodity Futures Trading Commission (CFTC), yang sedang memeriksa aktivitas di tempat perdagangan yang dikelola oleh CME Group dan Intercontinental Exchange.
Menurut laporan dari Bloomberg, kedua bursa tersebut telah diminta untuk menyerahkan catatan penting terkait transaksi yang dipertanyakan. Para regulator sedang fokus pada setidaknya dua kejadian dalam dua minggu terakhir, di mana volume perdagangan melonjak tajam menjelang pengumuman penting. Informasi yang dicari mencakup Tag 50 yang digunakan untuk melacak siapa yang berada di balik transaksi tersebut.
Baik CFTC maupun ICE enggan memberikan keterangan lebih lanjut mengenai hal ini. CME tidak memberikan kommentar spesifik mengenai perdagangan yang tidak biasa ini, namun mereka menyebutkan bahwa setiap investigasi harus juga mempertimbangkan platform baru seperti pasar prediksi.
Seorang juru bicara CME menyatakan, “Tidak ada yang lebih penting daripada integritas pasar. Kami secara aktif memantau pasar kami dan bekerja sama dengan CFTC untuk mengawasi aktivitas perdagangan. Penting untuk dicatat bahwa setiap tinjauan terhadap perilaku pasar harus mencakup semua tempat, termasuk pasar prediksi seperti Polymarket dan Kalshi yang menawarkan produk terkait dengan sedikit atau tanpa visibilitas.”
Sebelumnya, CNBC melaporkan aktivitas mencurigakan pada 23 Maret, ketika volume perdagangan pada e-mini futures S&P 500 dan futures minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) mengalami lonjakan yang tiba-tiba dalam perdagangan prasarana yang biasanya sepi. Sekitar 15 menit kemudian, Trump mengumumkan di Truth Social bahwa AS dan Iran telah melakukan pembicaraan dan bahwa ia menghentikan rencana serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran. Pengumuman ini memicu reaksi langsung di pasar, dengan futures S&P 500 melonjak lebih dari 2,5% sebelum buka, sementara futures minyak WTI merosot hampir 6%.
Lonjakan volume perdagangan yang tiba-tiba dan simultan dalam indeks saham dan futures minyak menarik perhatian para trader, terutama karena itu terjadi tanpa ada berita atau pemicu yang jelas pada saat itu.

