Bursa saham Amerika Serikat mengalami fluktuasi yang signifikan, dan beberapa perusahaan menunjukkan pergerakan besar sebelum pasar dibuka. Mari kita lihat beberapa sorotan menarik yang bisa jadi perhatian para investor.
Goldman Sachs melaporkan keuntungan dan pendapatan yang melebihi ekspektasi di kuartal pertama, namun sahamnya tetap merosot lebih dari 2%. Perusahaan ini mencatatkan $17.55 sebagai laba per saham dan $17.23 miliar dalam pendapatan, lebih baik dari perkiraan konsensus yang menyebutkan $16.49 dan $16.97 miliar. Meski begitu, aktivitas perdagangan di unit pendapatan tetap, mata uang, dan komoditas hanya mencapai $4.01 miliar, jauh dari target $4.92 miliar.
Di sisi lain, Revolution Medicines mengalami lonjakan saham lebih dari 37% setelah obatnya untuk kanker pankreas menunjukkan hasil positif dalam uji klinis fase 3. Pil harian mereka, daraxonrasib, dikabarkan dapat meningkatkan lama hidup pasien hingga 13.2 bulan dibandingkan dengan pasien yang hanya menjalani kemoterapi, yang hanya bertahan 6.7 bulan.
Williams-Sonoma, retailer peralatan dapur, juga mengalami kenaikan lebih dari 2% setelah mendapatkan rekomendasi untuk beli dari Goldman Sachs. Para analis menyebutkan bahwa saham perusahaan ini diperdagangkan pada level yang menarik dan mereka memiliki salah satu portofolio merek terkuat di sektor ritel.
Namun tidak semua berita baik. Best Buy mendapat downgrade menjadi jual dari Goldman Sachs, yang membuat sahamnya turun sekitar 4%. Meskipun diperkirakan akan ada keuntungan dari peningkatan penjualan di kuartal pertama berkat lonjakan permintaan PC dan pengembalian pajak, Goldman menyatakan ada risiko terhadap penjualan di kuartal berikutnya seiring dengan tingginya biaya memori yang mulai mempengaruhi harga laptop dan komputer.
Sementara itu, saham Toll Brothers dan Pultegroup naik lebih dari 1% setelah Evercore ISI memberikan upgrade menjadi outperform. Perusahaan investasi tersebut menganggap ini adalah kesempatan untuk membeli saham murah, dengan keyakinan bahwa berita buruk sudah terhitung dalam harga saham masing-masing perusahaan.
Fastenal, distributor alat industri, mengalami penurunan lebih dari 4% meski melaporkan pendapatan kuartal pertama yang memenuhi ekspektasi. Mereka mencatatkan laba per saham sebesar 30 sen dan pendapatan $2.2 miliar, sesuai dengan konsensus analis.
Di sektor energi, saham-saham mulai bangkit lagi setelah harga minyak kembali melonjak di atas $103 menyusul pengumuman blokade oleh angkatan laut Amerika Serikat di Selat Hormuz. Targa Resources naik 1%, sementara APA Corporation bertambah hampir 3.5%. Phillips 66 meningkat hampir 3%, dan Chevron serta Exxon Mobil juga mencatatkan kenaikan sekitar 2%.
Sebaliknya, saham maskapai pelayaran menghadapi tekanan dengan biaya input yang lebih tinggi akibat naiknya harga energi dan kekhawatiran akan penurunan permintaan. Carnival turun 4%, sementara Norwegian Cruise Line mengalami penurunan 3% dan Royal Caribbean lebih dari 2%.
Kekhawatiran yang sama juga melanda industri penerbangan, di mana United Airlines jatuh lebih dari 2.5%, diikuti oleh Southwest Airlines dan Delta Air Lines yang masing-masing turun sekitar 2%.
Berita positif datang dari Palantir, di mana saham mereka rebound lebih dari 2% setelah penurunan tajam sebesar 13.4% minggu lalu. Ini menjadi minggu terburuk bagi mereka sejak April 2025, saat kekhawatiran tentang gangguan model bisnis di perusahaan perangkat lunak akibat kecerdasan buatan mencuat.
Terakhir, saham Leggett & Platt melonjak 9% setelah mengumumkan kesepakatan untuk diakuisisi oleh Somnigroup International, produsen kasur. Transaksi senilai $2.5 miliar dalam bentuk saham ini diperkirakan akan ditutup pada akhir tahun 2026.
Pergerakan pasar ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan, peluang tetap hadir di berbagai sektor. Untuk investor yang cerdas, ini adalah waktu yang tepat untuk memperhatikan tren dan melakukan langkah strategis.

