Pada hari Rabu, saham SoFi anjlok lebih dari 15% setelah perusahaan ini memutuskan untuk tidak mengubah proyeksi tahunan mereka. CEO Anthony Noto menjelaskan bahwa keputusan tersebut mencerminkan kondisi makroekonomi saat ini, bukan karena melemahnya fundamental perusahaan.
Noto menyebutkan, “Kami tidak menaikkan proyeksi tahunan karena saat kami memberikan proyeksi tersebut, kami berharap akan ada setidaknya dua pemotongan suku bunga dari Federal Reserve. Namun kini kami berasumsi tidak akan ada pemotongan suku bunga sama sekali.”
Perusahaan yang bergerak di bidang keuangan digital ini melaporkan hasil yang secara umum sesuai dengan ekspektasi, dengan laba sebesar 12 sen per saham dan total pendapatan bersih mencapai $1,09 miliar. Meskipun Noto menyebut kuartal ini “menakjubkan” dan berhasil memenuhi target “Rule of 40” selama 18 kuartal berturut-turut, fokus investor masih tertuju pada proyeksi yang tak berubah.
Noto menekankan bahwa keputusan ini lebih pada perubahan asumsi makro daripada adanya penurunan kualitas bisnis itu sendiri.
“Kami merasa tidak bijak untuk menaikkan target di tengah ketidakpastian mengenai suku bunga dan kondisi di Timur Tengah. Itu sebabnya kami mengambil sikap hati-hati,” tambahnya.
Sikap yang lebih berhati-hati ini muncul meskipun SoFi terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat, termasuk pertumbuhan pendapatan sebesar 41% dan margin sebesar 31%. Perusahaan juga mencatatkan pendapatan tunai lebih dari $1 miliar untuk kuartal kedua berturut-turut.
Noto menyatakan, “Kami benar-benar beroperasi dengan maksimal.”
Sebagai informasi tambahan, SoFi terus memperluas basis anggota dan adopsi produk, yang menunjukkan keinginan konsumen untuk memilih layanan keuangan digital ini. Dengan kondisi pasar yang dinamis, keputusan perusahaan untuk menahan proyeksi peningkatan menunjukkan bahwa mereka menyadari pentingnya manajemen risiko dalam merencanakan langkah ke depan.
Penting untuk disimak bagaimana langkah-langkah ini akan berdampak pada kepercayaan investor ke depannya. Terlepas dari situasi ini, SoFi tampak tetap berkomitmen terhadap pertumbuhan dan pengembangan produk yang relevan bagi penggunanya. Sementara itu, pelaku pasar akan terus memperhatikan perkembangan suku bunga dan kondisi ekonomi global yang lebih luas untuk mengantisipasi langkah-langkah selanjutnya dari perusahaan.

