BEIJING — Presiden AS, Donald Trump, bertemu dengan rekannya dari China, Xi Jinping, di Beijing pada Kamis pagi, menandai awal dari sebuah pertemuan puncak yang penuh tantangan yang akan berlangsung hingga Jumat.
Dalam pembicaraan awalnya, Trump menyatakan bahwa hubungan antara kedua negara akan menjadi “lebih baik dari sebelumnya.” Ia menekankan bahwa hubungan pribadi antara mereka sudah terjalin lebih lama dibandingkan dengan presiden AS maupun China sebelumnya.
Xi juga menyadari besarnya perhatian global terhadap pertemuan ini. Dalam pidatonya, ia menekankan sebuah pertanyaan penting bagi kedua negara: apakah mereka bisa menghindari yang disebut “Thucydides Trap.” Istilah ini merujuk pada ketegangan yang sering terjadi antara kekuatan yang sedang naik daun dan kekuatan yang sudah menguasai, yang sering kali berujung pada konflik. Graham Allison, profesor dari Harvard yang mempopulerkan konsep ini, mengatakan kepada CNBC bahwa ia berharap kesepakatan perdagangan yang dicapai Trump dan Xi di pertemuan mereka di Korea Selatan tahun lalu akan menjadi formal. “Kata kunci di sini adalah stabilisasi,” tambahnya.
Setelah sekitar satu jam pertemuan pertama mereka, yang termasuk upacara penyambutan, kedua presiden dijadwalkan untuk melakukan beberapa diskusi hingga Jumat siang. Pada Kamis sore, Trump diperkirakan akan mengunjungi landmark bersejarah, Kuil Surga, dan menghadiri jamuan makan malam resmi di malam harinya.
Topik yang mungkin dibahas selama pertemuan ini sangat luas, mulai dari masalah Iran, Taiwan, hingga kecerdasan buatan, selain masalah tarif dan unsur tanah jarang. Ini adalah kunjungan presiden AS ke China yang pertama sejak tahun 2017.
Dalam tayangan resmi, Xi terlihat turun dari tangga Aula Besar Rakyat di Beijing untuk menjabat tangan Trump. Setelah itu, Trump menjabat tangan beberapa pejabat China sebelum Xi menyambut delegasi AS. Di antara para wakil China adalah diplomat senior, Wang Yi, serta Zheng Shanjie yang memimpin agen perencanaan ekonomi negara tersebut.
Sementara itu, kontingen AS diwakili oleh Sekretaris Negara, Marco Rubio, serta para eksekutif bisnis seperti Elon Musk dari Tesla, Tim Cook dari Apple, dan Jensen Huang dari Nvidia. Selain itu, gambar dari pertemuan awal Xi-Trump juga menunjukkan kehadiran Sekretaris Pertahanan AS, Pete Hegseth, serta rekan China-nya, Dong Jun.
Pertemuan ini menjadi sangat penting, mengingat kedua negara adalah dua ekonomi terbesar di dunia yang memiliki pengaruh signifikan terhadap stabilitas global. Masyarakat internasional tentu akan mengamati dengan seksama hasil dari pertemuan ini, seiring dengan harapan untuk adanya kemajuan dalam kerja sama antara dua negara raksasa ini.

