[MANILA] Negara-negara di Asia Tenggara menyerukan kepada AS dan Iran untuk melanjutkan negosiasi demi mengakhiri konflik setelah pembicaraan akhir pekan lalu gagal.
“Kami mendesak Amerika Serikat dan Republik Islam Iran untuk melanjutkan negosiasi yang akan mengarah pada penghentian permanen konflik serta perdamaian dan stabilitas yang langgeng di kawasan,” ungkap menteri luar negeri ASEAN dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (13 April).
Pernyataan ini muncul di tengah ancaman Presiden AS Donald Trump untuk memblokade Selat Hormuz setelah pembicaraan dengan Iran terputus, yang dapat memperburuk konflik yang sudah berlangsung selama enam minggu. Risiko ini berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dan dampak ekonomi lebih lanjut di seluruh dunia.
Para menteri juga meminta pelaksanaan “penuh dan efektif” dari gencatan senjata untuk mencegah jatuhnya lebih banyak korban dalam konflik yang dimulai sejak akhir Februari lalu.
Kelompok ini, yang banyak anggotanya mengandalkan pasokan minyak dari Timur Tengah, juga menyerukan pemulihan “jalan transit yang aman, tidak terhalang, dan berkelanjutan” untuk kapal-kapal dan pesawat di Selat Hormuz.
Semoga, dengan adanya dorongan ini, kedua belah pihak bisa menemukan jalan menuju resolusi yang lebih baik dan menghindari dampak lebih jauh bagi stabilitas kawasan dan ekonomi global.

