Empat dompet crypto yang baru saja dibuat berhasil meraup keuntungan sebesar $663 ribu di platform prediksi Polymarket setelah dengan tepat bertaruh pada gencatan senjata antara AS dan Iran. Hal ini memicu kekhawatiran baru mengenai kemungkinan adanya insider trading di pasar terdesentralisasi.
Data blockchain menunjukkan bahwa dompet-domet tersebut dibuat dan dibiayai pada hari Selasa, tanpa catatan transaksi sebelumnya sebelum memasang taruhan mengenai gencatan senjata yang diprediksi akan terjadi sebelum 7 April. Transaksi dilakukan dengan probabilitas implisit yang rendah, berkisar antara 2,9% hingga 10,3%, sehingga meningkatkan keuntungan ketika hasilnya terwujud.
Empat orang yang diduga insider menghasilkan $663K bertaruh pada gencatan senjata AS-Iran sebelum 7 April.
Kebanyakan dari dompet ini:
• Baru dibuat dan dibiayai pada 7 April
• Membeli “YA” hanya beberapa jam sebelum gencatan senjata
• Tidak memiliki aktivitas sebelumnya — hanya bertaruh pada acara ini
• Masuk pada peluang yang sangat rendah: 3,9%,… pic.twitter.com/UtuVapSeEK
— Lookonchain (@lookonchain) 8 April 2026
Sebuah pasar prediksi yang melacak hasil geopolitik menunjukkan kepercayaan yang besar bahwa gencatan senjata AS-Iran akan terjadi sebelum peristiwa besar lainnya, dengan peluang yang mendekati kepastian. Skenario-skenario lain seperti pergantian kepemimpinan di Iran atau gencatan senjata Rusia-Ukraina dianggap sangat tidak mungkin. Meski konsensus pasar sangat kuat, komentar dari pengguna menunjukkan adanya keraguan dan ketidakpastian, menyoroti ketidakselarasan antara posisi trader dan sentimen publik.
Waktu taruhan mencurigakan
Salah satu dompet melakukan transaksi pertamanya pada pukul 1:59 siang UTC pada hari Selasa, sekitar delapan setengah jam sebelum Presiden AS Donald Trump secara publik mengonfirmasi kesepakatan gencatan senjata pada pukul 10:32 malam UTC. Dua dompet lainnya memulai posisi lebih awal, pada pukul 10:01 pagi UTC pada hari Selasa dan 8:50 malam UTC pada hari Senin.
Setelah konfirmasi gencatan senjata selama dua minggu antara AS dan Iran, Polymarket menyelesaikan pasar ini, mendistribusikan keuntungan sebesar $200.525, $158.600, dan $125.450 ke tiga dompet tersebut. Meskipun kesepakatan ini menunjukkan deeskalasi sementara, kedua belah pihak masih membuka kemungkinan untuk tindakan militer lebih lanjut.
Pasar prediksi menghadapi pengawasan yang meningkat
Kasus ini mencerminkan tren meningkatnya regulasi pada platform prediksi berbasis kripto yang semakin populer sebagai alternatif perdagangan spekulatif. Volume transaksi bulanan di pasar ini secara rutin mencapai lebih dari $10 miliar karena kebutuhan untuk dapat berdagang secara langsung dalam konteks geopolitik dan makroekonomi.
Namun, pada saat yang sama, transparansi pasar ini justru membuatnya rentan terhadap berbagai risiko. Insider trading dan manipulasi pasar tetap menjadi fokus para regulator di seluruh dunia karena sifat khusus pasar ini.
Di perkembangan taruhan crypto lainnya, Intercontinental Exchange (ICE), perusahaan induk dari New York Stock Exchange, telah mengumumkan investasi strategis sebesar $600 juta di Polymarket.

