[JAKARTA] Indonesia telah menyelesaikan rencana untuk merestrukturisasi utang perusahaan kereta cepat negara, seperti yang disampaikan oleh Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, pada Selasa (7 April).
Pembangunan kereta cepat yang didukung China dengan biaya mencapai US$7,3 miliar dan panjang 142 kilometer ini dimulai pada tahun 2016, dan diluncurkan pada tahun 2023 oleh Presiden Indonesia Joko Widodo. Kereta peluru ini diberi nama “Whoosh”.
Tahun lalu, Indonesia mengungkapkan bahwa mereka telah memasuki negosiasi dengan China terkait restrukturisasi utang, meskipun Dony tidak menjelaskan apakah China telah setuju dengan rencana yang diumumkan pada hari Selasa ini.
Proyek yang menghubungkan ibu kota Jakarta dan Bandung di Jawa Barat ini menghadapi beragam tantangan, termasuk masalah pengadaan lahan, penundaan akibat pandemi, dan biaya yang terus membengkak.
Dony menambahkan bahwa China tetap akan memiliki saham dalam proyek ini setelah restrukturisasi, yang akan diumumkan secara lebih rinci dalam dua minggu ke depan.

